MADIUN, terbitan.com – Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, didampingi Wakil Bupati, dr. Purnomo Hadi, menghadiri pagelaran wayang kulit yang digelar di Desa Jumog, Kecamatan Kebonsari, dalam rangka memperingati 1000 hari wafatnya sesepuh dalang asal Madiun, Bapak Bedjo Guna Sasono.
Pagelaran wayang kulit yang mendatangkan dalang Ki Tantut Sutanto tersebut diawali dengan doa bersama dan tahlil yang diikuti ratusan masyarakat secara khusyuk. Acara ini menjadi momen penuh makna untuk mengenang jasa-jasa Almarhum Bedjo Guna Sasono yang telah memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan seni pedalangan di wilayah Madiun.
Dalam sambutannya, Bupati Madiun yang akrab disapa Mas Hari mengenang masa kecilnya yang kerap menyaksikan pertunjukan wayang, termasuk dari Almarhum Bedjo Guna Sasono.
“Kalau boleh sedikit saya ceritakan, sewaktu kecil saya ini senang melihat pertunjukan wayang. Nah, Almarhum Guna Sasono ini salah satu dalang yang saya idolakan, bagus penyampaian ceritanya dan punya identitas di setiap pertunjukan,” kenang Mas Hari.
Lebih lanjut, Mas Hari mengajak seluruh masyarakat untuk menggali nilai-nilai kehidupan dari cerita-cerita yang disampaikan dalam pertunjukan wayang kulit. Ia juga menegaskan bahwa pelestarian budaya seperti wayang kulit merupakan tanggung jawab bersama sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya bangsa.
“Saya sangat mengapresiasi semangat warga Desa Jumog dalam menjaga tradisi. Ini adalah bentuk nyata kecintaan terhadap budaya,” ujarnya.


