NGAWI, terbitan.com – Ony Anwar Harsono tampak hadir langsung dalam acara peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Jawa Timur dan Jawa Tengah yang dipusatkan di Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).
Namun dalam momen absensi kepala daerah yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto di hadapan ribuan peserta dan tamu undangan, nama Bupati Ngawi justru tidak disebut.
Presiden saat itu memanggil satu per satu kepala daerah yang hadir untuk berdiri dan memberikan hormat. Ketika giliran Kabupaten Ngawi, nama yang disebut justru Sekretaris Daerah Ngawi, Mokh. Sodiq Triwidiyanto.
“Setda Ngawi Moh Sodiq Triwidiyanto,” ucap Presiden Prabowo.
Situasi itu membuat sejumlah hadirin terlihat kebingungan. Ony Anwar yang berada di lokasi tampak tetap duduk lantaran namanya tidak dipanggil dalam daftar absensi presiden.
Tak lama setelah absensi, Presiden Prabowo sempat melontarkan pernyataan tegas.
“Baik saudara-saudara, sudah dicatat tadi ya pejabat-pejabat yang tidak hadir,” kata Presiden.
Pernyataan itu sontak memunculkan pertanyaan di kalangan peserta, sebab Bupati Ngawi diketahui hadir langsung di lokasi acara.
Dikonfirmasi usai kegiatan melalui pesan WhatsApp, Ony Anwar menjelaskan terjadi perubahan agenda mendadak antara kegiatan di Nganjuk dan agenda panen raya jagung di Tuban yang juga dihadiri Presiden.
“Ada dua undangan, Nganjuk sama Tuban. Sudah terkonfirmasi saya yang hadir di Tuban, Pak Sekda ke Nganjuk. Malam hari saya minta geser untuk ikut di Nganjuk, tapi mungkin list kehadiran sudah jadi,” tulis Ony.
Ia menegaskan, setelah agenda di Nganjuk, Presiden bergeser menuju Tuban untuk menghadiri panen raya jagung.
“Iya, habis Nganjuk Pak Presiden geser panen raya jagung ke Tuban. Dan diwakili oleh Pak Setda,” tambahnya.
Sementara itu, Sekda Ngawi Mokh Sodiq Triwidiyanto juga membenarkan adanya perubahan data kehadiran yang belum sempat diperbarui.
“Kehadiran KDMP salah input. Semula Pak Bupati nggak bisa hadir, saya diminta mewakili. Ternyata Pak Bupati bisa hadir dan tershot camera on came terus padahal,” ujarnya.
Menurutnya, data absensi yang dipegang pihak protokoler presiden masih menggunakan daftar awal.
“Di catatannya Presiden masih belum berubah. Iya, Pak Bupati nggak berdiri,” katanya.
Ia juga mengaku belum mengetahui secara pasti terkait undangan agenda di Tuban lantaran dirinya masih berada di Ngawi acara MKKS.
“Kalau di Tuban nggak dapat undangan saya nggak tahu. Tengah malam belum terkonfirmasi sehingga yang diabsen saya,” imbuhnya.
Sekda menyebut sebelumnya pihak Pangdam sebenarnya sudah bertemu dengan Bupati Ngawi terkait agenda tersebut. Namun karena konfirmasi awal dirinya diminta mewakili, data kehadiran terlanjur masuk atas nama dirinya.
Di sisi lain, sejumlah kepala desa dari Ngawi yang hadir dalam acara tersebut menyayangkan kekeliruan itu. Salah satu perwakilan kepala desa menyebut sekitar 60 kepala desa dari Ngawi turut hadir dan mengetahui langsung situasi tersebut.
“Sebutnya Pak Setda. Lah iya orang-orang juga pada melongok, padahal yang hadir Pak Ony, kok yang disebut Pak Setda, haduhhhh,” ujarnya.
Ia berharap kesalahan administrasi serupa tidak kembali terjadi dalam agenda kenegaraan berikutnya.
“Ya gimana ngasih laporan kok sampai keliru,” pungkasnya.


