NGAWI, terbitan.com – Program Seruan dan Tabuhan Bergegas Turunkan Angka Kemiskinan (Subuh Bergerak) Pemkab Ngawi kembali turun ke desa. Kali ini, Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, menjadi lokasi Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono untuk mengevaluasi program sekaligus menyerap langsung aspirasi masyarakat. Jumat (11/9/26)

Didampingi jajaran OPD dan Forkopimcam, Ony menegaskan Subuh Bergerak bukan sekadar agenda keagamaan, tetapi menjadi ruang monitoring, evaluasi, dan komunikasi langsung dengan warga.

“Subuh Bergerak ini menjadi bagian dari evaluasi, monitoring, sekaligus komunikasi langsung dengan masyarakat. Kalau ada persoalan di lapangan, kita bisa segera mencari solusi,” kata Ony.

Rangkaian kegiatan diawali dengan shalat Subuh berjemaah, penyerahan bantuan donasi dan sembako serta pemberian bibit pohon. Pemerintah juga mendekatkan sejumlah pelayanan kepada masyarakat, mulai pemeriksaan kesehatan hingga administrasi kependudukan.

Selain mengecek pelaksanaan program prioritas, Ony turut melihat potensi ekonomi masyarakat melalui sentra UMKM kerupuk sermier. Ia berharap Subuh Bergerak mampu memperkuat partisipasi dan semangat gotong royong masyarakat.

“Intinya bagaimana meningkatkan partisipasi masyarakat, guyub rukun, sehingga di tingkat desa masyarakat bisa saling menjaga dan saling melengkapi,” tuturnya.

Dalam kunjungan tersebut, Desa Tawun menerima Piagam Desa Berbudaya sebagai apresiasi atas komitmen masyarakat dalam menjaga tradisi lokal, termasuk adat Keduk Beji yang diwariskan secara turun-temurun.

Menerima kunjungan orang nomor satu, Kepala Desa Tawun, Purrahman bersama masyarakat menyambut dengan Iring iringan Gunungan menuju taman wisata pemandian Tawun. Kehadiran langsung kepala daerah, bagi Dia membuka ruang untuk masyarakat berkomunikasi dan menyampaikan aspirasi.

“Kami berterima kasih atas kunjungan Bapak Bupati. Dengan kunjungan ini, masyarakat bisa lebih dekat dan menyampaikan aspirasi secara langsung kepada beliau,” ujar Purrahman.

Ia menilai kunjungan tersebut juga menjadi suntikan semangat bagi masyarakat Tawun untuk terus berbenah sekaligus menjaga budaya lokal. Terlebih, tradisi Keduk Beji akan kembali digelar dalam waktu dekat.

“Ini menjadi spirit bagi kami untuk terus berbenah dan melestarikan budaya. Apalagi sebentar lagi ada Keduk Beji. Tradisi yang sudah turun-temurun harus terus dijaga,” demikian Purrahman.