SAMPANG, Terbitan.com – Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menegaskan bahwa Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian lokal. Hal itu disampaikannya saat meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Kotah, Kecamatan Jrengik, Selasa (9/9/2025).

“Saya berharap program ini dapat berjalan dengan baik, menjaga kualitas makanan, serta benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sampang,” ungkap Bupati Slamet Junaidi dalam sambutannya.

Menurutnya, Kabupaten Sampang membutuhkan sedikitnya 93 SPPG agar target pelaksanaan program MBG terpenuhi. Saat ini tercatat 30 dapur sudah beroperasi, 45 dapur baru memperoleh izin, dan masih terdapat kekurangan yang harus segera dipenuhi.

Peresmian SPPG Desa Kotah digelar di Gedung PKPRI Jrengik dengan dihadiri berbagai pihak, di antaranya Anggota DPRD Jawa Timur H. Agus Wahyudi, Ketua DPRD Kabupaten Sampang, Dandim 0828/Sampang Letkol Czi Dika Catur Yanuar Anwar, Wakapolres Sampang, Forkopimcam Jrengik, serta tokoh masyarakat setempat.

Dandim 0828/Sampang Letkol Czi Dika Catur Yanuar Anwar dalam kesempatan itu memberikan apresiasi atas bertambahnya jumlah SPPG di Kabupaten Sampang. Menurutnya, semakin banyak SPPG yang mendapatkan izin penyelenggaraan program MBG menjadi indikator positif kepercayaan pemerintah pusat terhadap Sampang.

“SPPG Desa Kotah menyasar tiga desa di Kecamatan Jrengik dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 3.026 orang. Kami berharap pelaksanaannya berjalan baik, memastikan makanan yang disalurkan layak konsumsi, serta distribusinya akurat dan tepat sasaran,” ujarnya.

Selain sebagai upaya menekan angka stunting di Kabupaten Sampang, program MBG menurut Bupati Slamet Junaidi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat. Keterlibatan pengusaha lokal dan masyarakat dalam penyediaan bahan pangan dianggap dapat meningkatkan daya saing ekonomi di tingkat desa.

Dengan sinergi berbagai pihak, Pemkab Sampang optimistis program MBG dapat terlaksana sesuai target sekaligus menjadi langkah strategis dalam membangun generasi yang lebih sehat dan berkualitas di masa depan.