Demo Kasus Korupsi, HMI dan Pemuda Desa Pohea Didampingi Praktisi Hukum Menyerahkan Bukti Laporan

  • Bagikan

SANANA, Terbitan.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sanana dan Aliansi Pemuda Desa Pohea menggelar demonstrasi sekaligus menyerahkan bukti sejumlah kasus dugaan korupsi di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) kepada Wakapolres Kepulauan Sula serta di dampingi Praktisi Hukum Kuswandi Buamona. Sabtu (27/06/20)

Masa aksi kemudian bergerak mengunakan satu Mobil Pickup dan Sound system dari Pasar Basanohi Sanana menuju Mapolres Kepulauan Sula dan Kejaksaan Sanana untuk melaporkan kasus korupsi tersebut. Masa aksi dalam orasinya menyampaikan sejumlah kasus dugaan korupsi yang diduga melibatkan keluarga Bupati Kepulauan Sula, Hendrata Thes saat ini.

Ketua Pemuda Desa Pohea, Rianto Kaunar dalam orasinya menyampaikan Masjid Desa Pohea pada tahun 2015 lalu, hingga kini belum dapat digunakan oleh warga

Baca juga:  Disporabudpar Sampang Kembali Tegaskan Tempat Wisata Lebih Serius Terapkan Prokes

Anehnya pihak kontraktor pembangunan infrastruktur Masjid merupakan keluarga dekat bupati yakni Irwan Hongarta (ipar Bupati) tidak pernah diproses hukum.

Kemudian Rianto juga menyoroti kinerja Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepsul yang dinilai gagal dalam melaksanakan fungsi kontrol bahkan diduga masuk angin.

Baca juga:  Proyek Pengaman Pantai Penyak Pemenang Tender PT Dollar, Yang Berkontrak PT Cimendang

Sementara itu, Ketua HMI Cabang Sanana, Usman Buamona menyampaikan sejumlah persoalan yang muncul di masa kepemimpinan Hendrata Thes dan Zulfahri Duwila, diantaranya masalah Masjid Pohea, Masjid Wai Nih, Jembatan Air Bugis, Trans Modapuhi, monopoli proyek, temuan Pansus LKPj serta sejumlah masalah korupsi lain, “ungkap Usman dalam orasinya. {GNS}

  • Bagikan