SANANA, Terbitan,com || Curahan sala satu guru honorer di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Maluku Utara usai tidak lulus dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2024. kemudian menyampaikan soal apa yang dialaminya dalam tes PPPK.
Sala satu guru honorer yang mengabdi ini berjuang bisa ikut tes PPPK dengan jerih payahnya namun kini malah tidak lulus. “Pesrta tes nomor 23 dengan nilai skor tinggi 541,1 tidak diperhitungkan berdasarkan data dari panitia seleksi yang dikontongi. Padahal berangkat tes lewat lautan separuh mati demi ikut tes,” ucap Riyanti Umanahu kepada media ini, Senin (23/1/24)
Riyanti adalah pegawai honorer di SD Negeri 1 Desa Buya ini menyebut bahwa selama mengikuti tes PPPK itu, dia rela berangkat dari Desa Buya menuju Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Sula Perjalanan dari desa tersebut lewat trans portasi laut terbilang memakan waktu 3 – 4 jam lamanya.
Ia juga bertanya apa yang menjadi dasar penilaian pihak pejabat berwenang dalam meluluskan atau tidak meluluskan para peserta tes PPPK itu. Padahal, semua persyaratan dianggap olehnya sudah terpenuhi, apalagi nilainya pun juga tinggi.
Ia mau bertanya kepada pejabat yang berwenang dalam penilaian PPPK. Apa dasar yang kayo (kamu) nilai, sampai- sampai nilai yang tinggi tidak kayo (kamu) loloskan sedangkan nilai yang rendah kayo (kamu) loloskan, karena ujian PPPK yang di tes nya saat itu banyak dugaan kecurangan
“Saya sudah berjuang, dan saya rasa saya berkompeten dengan hasil nilai saya yang tinggi. Tetapi saya malah tidak lulus di hasil akhir. Saya hanya ingin ada kejelasan saja soal hasil PPPK ini agar transparan,”ucapnya
Sementara itu, pihak panitai seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kabupaten Kepulauan Sula belum dapat dihubungi, hinggi berita ini ditayangkan.



Tinggalkan Balasan