NGAWI, terbitan.com – Desa Danguk, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, resmi ditetapkan sebagai Desa Berdaya dan menerima reward berupa hibah Rp100 juta dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Desa Danguk menjadi satu dari lima desa di Kabupaten Ngawi yang terpilih mendapatkan program pemberdayaan tersebut.
Kepala Desa Danguk, Hadi Sudarno, menjelaskan bahwa dana hibah tersebut harus diwujudkan dalam bentuk program yang berkelanjutan dan menghasilkan pendapatan rutin bagi desa.
“Awal mendapat dana ini ada sosialisasi via Zoom dari provinsi, dan saya menjelaskan akan dipakai untuk apa jika mendapatkan uang itu,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).
Ia menegaskan bahwa pemanfaatan dana tidak boleh hanya bersifat sementara, “Pakai analisa, bukan dibantu Rp100 juta lalu hilang. Harus berkelanjutan, wujud pendapatan per bulan harus ada, dan ini diawasi provinsi. Ditarget 9 Desember 2025 harus peresmian,” imbuhnya.
Dari hibah Rp100 juta tersebut, Desa Danguk mulai membangun dua kolam pemancingan dengan spesifikasi kedalaman 1,3 meter, panjang 15 meter, dan lebar 7 meter. Selain kolam, juga dibangun rumah, saung, serta kantin penunjang aktivitas wisata.
“Saat ini masih pembangunan kolam pemancingan lele. Nantinya jika pembudidayaan lele di BUMDes overload, bisa kita taruh di sini. Real ini untuk pemancingan,” jelas Hadi Sudarno.
Lokasi kolam yang berada di belakang kantor Desa Danguk direncanakan menjadi obyek wisata baru yang mampu menarik warga untuk bersantai dan melepas penat.
Sementara itu, kantor desa juga sedang dalam proses pembangunan agar semakin representatif. Hadi berharap pembangunan ini menjadi salah satu kenangan terbaik selama masa kepemimpinannya.
“Semoga saja, kurang dua tahun saya memimpin ada kenangannya. Punya kantor yang representatif dan suasana yang mendukung. UMKM pun berjalan karena ada kolam pemancingan,” pungkasnya.
Dengan adanya program Desa Berdaya serta pengelolaan kolam pemancingan, Desa Danguk diharapkan dapat meningkatkan perekonomian lokal dan memperkuat sektor wisata berbasis desa.


