NGAWI, terbitan.com – Dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Ngawi, Desa Sekarjati Kecamatan Karanganyar turut ambil bagian memamerkan program unggulan mereka, yakni Pamtani (Pembangunan Air untuk Mendukung Pertanian). Program ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan Desa Sekarjati sebagai lumbung padi inovatif bertajuk “Tasik Jati.”
Kepala Desa Sekarjati, Sugeng Purnomo, dengan percaya diri memaparkan capaian program di hadapan Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono serta tamu dari berbagai kabupaten tetangga. Dalam penjelasannya, Sugeng menekankan pentingnya penyediaan air sebagai kunci keberhasilan sektor pertanian.
“Tanah kami luasan 2 sampai 2,5 hektar tidak semua bisa langsung menemukan sumber air. Kalau membuat sumur sendiri, petani jelas tidak mampu. Maka kami dorong program bersama lewat Pamtani ini agar potensi pertanian di semua wilayah bisa dimaksimalkan,” ujarnya. Selasa(6/5/25).
Program Pamtani telah mendorong peningkatan pola tanam dari yang semula dua kali panen setahun menjadi tiga kali, berkat tersedianya air meski lahan selama ini hanya mengandalkan tadah hujan. Dengan sistem irigasi yang dibangun secara gotong royong dan bantuan dana desa, semua jenis tanaman kini bisa tumbuh lebih optimal.
“Alhamdulillah, saat ini sudah dibangun 4 dari 7 titik sumur yang direncanakan, dengan total anggaran Rp110 juta dari Dana Desa. Satu titik sumur biayanya sekitar Rp25 juta, ditambah irigasi yang bervariasi antara Rp5 juta sampai Rp10 juta tergantung panjangnya,” tambah Sugeng.
Sugeng optimis, dengan target pembangunan 40 titik sumur, kebutuhan air untuk lahan pertanian akan terpenuhi, dan kesejahteraan petani meningkat signifikan. Ia juga menyebut bahwa pengalokasian 20% Dana Desa untuk Koperasi Desa (Kopdes) tidak akan mengganggu pembangunan fisik, karena akan diambilkan dari pos anggaran yang tersedia.
Selain program pertanian, Desa Sekarjati juga mencatat kemajuan dalam bidang infrastruktur. Jalan utama desa kini sudah berupa jalan makadam yang memungkinkan mobilitas hasil pertanian berjalan lancar. Saat ini, sekitar 75% infrastruktur jalan di desa telah terbangun.
Dengan sinergi dan semangat gotong royong, Desa Sekarjati terus melangkah menjadi desa mandiri dan menjadi panutan dalam pengelolaan sumber daya lokal secara inovatif.


