NGAWI, terbitan.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi mengumpulkan perwakilan kecamatan, koordinator wilayah (korwil), dan para kepala desa yang wilayahnya memiliki bangunan gedung SD hasil regrouping.
Pertemuan ini digelar sebagai langkah awal proses hibah aset gedung sekolah kepada pemerintah desa agar dapat dimanfaatkan kembali untuk kepentingan penyelenggaraan pemerintahan maupun pelayanan masyarakat, Bertempat di Aula Graha Dwija Bhakti Dinas Pendidikan Ngawi. Selasa (18/11/25)
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi, Kabul Tunggul Winarno, menyampaikan bahwa terdapat sekitar 62 gedung SD yang sudah tidak digunakan lagi karena proses regrouping sekolah. Beberapa di antaranya sudah mulai memasuki tahapan administrasi hibah, sementara sebagian lainnya masih berada di tahap awal.
“Kita mengundang teman-teman dari kecamatan, korwil, dan kepala desa untuk menyamakan persepsi. Harapan kami, sekolah-sekolah yang sudah diregrouping tersebut bisa segera kami hibahkan ke pihak desa untuk dimanfaatkan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa ataupun pelayanan masyarakat,” ujar Kabul.
Ia menjelaskan bahwa kondisi fisik sebagian besar gedung sudah tidak layak untuk kegiatan belajar mengajar, sehingga pemanfaatan pascaregrouping harus diarahkan sesuai kebutuhan desa. Namun, sebelum hibah dilakukan, mekanisme administrasi harus dipenuhi sesuai ketentuan.
“Kami akan memilah mana gedung yang prosesnya masih nol, mana yang prosesnya sudah berjalan setengah. Semuanya akan kami finishing, dan kami berharap para undangan tadi bisa segera memproses naskah hibahnya,” tambahnya.
Setelah proses hibah selesai, pihak desa diberikan kewenangan penuh untuk memanfaatkan gedung tersebut. Pemerintah desa dipersilakan menentukan fungsi baru gedung sesuai kebutuhan warganya baik sebagai kantor layanan, ruang kegiatan masyarakat, pos layanan publik, maupun fungsi sosial lainnya.
Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam optimalisasi aset daerah serta meningkatkan efektivitas pelayanan desa melalui pemanfaatan gedung-gedung yang sebelumnya terbengkalai pascaregrouping sekolah.


