NGAWI, terbitan.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi mewajibkan vaksinasi bagi tenaga kesehatan (nakes) dan dokter Unit Gawat Darurat (UGD) sebagai langkah antisipasi penyebaran hantavirus di wilayah Kabupaten Ngawi. Kebijakan ini dilakukan karena nakes dan dokter UGD menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

Kepala Dinkes Ngawi, dr. Heri Nurfahrudin mengatakan vaksinasi diprioritaskan bagi tenaga medis yang bekerja di rumah sakit maupun puskesmas dengan tingkat kontak pelayanan tertinggi.

“Kami memberikan vaksinasi pencegahan hantavirus bagi tenaga kesehatan dan tenaga medis yang berada di garda terdepan,” ujar Heri, Rabu (13/5/2026).

Vaksinasi tahap awal, kata Heri dilakukan kepada tenaga medis di RSUD dr. Soeroto Ngawi serta empat puskesmas, yakni di Ngawi, Padas, Sine, dan Kedunggalar.

Selain fokus pada tenaga medis, Dinkes Ngawi juga melakukan pendataan terhadap balita yang belum memperoleh vaksinasi lengkap. Tim kesehatan diterjunkan langsung ke lapangan untuk mengejar capaian imunisasi dasar lengkap.

Namun, program tersebut masih menghadapi tantangan berupa penolakan dari sebagian orang tua. Faktor ketakutan anak mengalami demam usai vaksinasi disebut menjadi alasan utama.

“Ada warga yang menolak anaknya divaksin karena takut. Banyak penyebabnya terkait kekhawatiran setelah vaksin,” kata Heri.

Meski demikian, Dinkes mencatat sekitar 87 persen balita di Kabupaten Ngawi telah menerima vaksinasi lengkap. Hingga kini, belum ditemukan kasus hantavirus yang terkonfirmasi di wilayah tersebut.

Heri menjelaskan hantavirus merupakan penyakit yang penularannya berkaitan erat dengan tikus, terutama melalui bulu, urine, hingga kotorannya. Virus tersebut dapat menyerang sistem pernapasan dan memiliki gejala yang disebut menyerupai infeksi Covid-19.

Menurutnya, pencegahan paling efektif adalah menjaga kebersihan lingkungan dan memutus potensi berkembangnya populasi tikus di sekitar permukiman.

Lebih lanjut, Heri mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti: rutin membersihkan rumah dan saluran air, menggunakan masker saat batuk dan pilek,
mengonsumsi makanan bergizi, serta menggunakan sarung tangan ketika menangkap tikus.

“Selokan dan rumah harus dibersihkan agar tidak menjadi sarang tikus. Penularan hantavirus bisa melalui bulu hingga kotoran tikus,” pungkasnya.