MADIUN, terbitan.com — Dugaan perundungan terhadap siswa SDN Mejayan 1, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, mencuat. Sejumlah wali murid mengaku anak mereka mengalami berbagai perlakuan tidak menyenangkan, mulai dari pemalakan uang saku, perusakan barang, kekerasan fisik, hingga kepala dilempar batu sampai benjol.

Keluhan para orang tua ini memunculkan kekhawatiran serius terkait keamanan dan kenyamanan siswa selama berada di lingkungan sekolah.

Salah seorang wali murid siswa kelas 4 berinisial MA mengungkapkan, anaknya beberapa kali menjadi korban dugaan perundungan oleh kakak kelas. Salah satu bentuknya berupa pemalakan uang saku.

“Anak saya cerita saat pulang sekolah dimintai uang sama kakak kelasnya. Bahkan saat hendak ke kantin, anak saya dicegat tiga sampai empat orang. Anak saya mau melawan juga enggak bisa,” kata MA, Kamis (8/10/2026).

Menurut MA, uang yang diminta berkisar Rp6.000 hingga Rp8.000. Tak hanya uang saku, anaknya juga disebut mengalami perlakuan lain yang membuatnya khawatir.

Salah satunya, kaus kaki anak MA diduga digunting oleh kakak kelas ketika dirinya sedang meninggalkan barang untuk beribadah di musala.

MA mengatakan, kejadian tersebut bukan kali pertama. Sejak anaknya duduk di kelas 1 hingga kelas 4, setidaknya sudah ada tiga kejadian yang berkaitan dengan dugaan perundungan.

“Jadi ada orang tua lain bercerita ke saya kalau anaknya sampai empat kali mengalami perundungan,” ujarnya.

MA menduga masih ada orang tua yang memilih diam karena khawatir anak mereka justru mendapat perlakuan lebih buruk jika persoalan tersebut dilaporkan.

Ia mengaku telah menyampaikan kejadian yang dialami anaknya kepada wali kelas. Namun, menurutnya, tindak lanjut atas laporan tersebut belum memberikan kejelasan.

MA meminta sekolah maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun segera melakukan penelusuran secara menyeluruh.

“Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun harus segera turun agar kasus serupa tidak terjadi lagi. Persoalan ini harus ditangani secara menyeluruh, termasuk mencari tahu pihak-pihak yang terlibat,” tegasnya.

Kepala Siswa Benjol Usai Diduga Dilempar Batu

Keluhan serupa disampaikan wali murid lainnya, KI. Ia mengaku anaknya sudah empat kali mengalami dugaan perundungan.

Kejadian terakhir bahkan membuat kepala anaknya benjol setelah diduga terkena lemparan batu.

“Jumat lalu sudah keempat kalinya. Sebelumnya (perundungan) terjadi pada awal masuk sekolah,” kata KI.

KI menuturkan, peristiwa terakhir terjadi ketika anaknya bermain di area sekolah. Setelah mengeluh sakit, anaknya bercerita bahwa kepalanya terkena lemparan batu di bagian atas pelipis kiri.

“Saya temukan benjolan dan baret merah di situ,” ungkap KI.

Anaknya disebut tidak mengetahui siapa yang melempar batu karena langsung menangis dan mengeluh kesakitan setelah kejadian.

Sebelumnya, anak KI juga disebut mengalami beberapa kejadian lain. Pertama, perutnya ditendang teman sekelas. Kedua, ujung jarinya terjepit di sela-sela pintu. Ketiga, kepalanya dilempar menggunakan topi oleh teman sekelas.

KI mengaku sudah menyampaikan persoalan tersebut kepada wali kelas. Namun, ia merasa belum mendapatkan jawaban yang dapat memberikan solusi terhadap persoalan anaknya.

Meski anaknya masih bersekolah seperti biasa, KI mengaku tetap was-was apabila dugaan perundungan tersebut tidak segera ditangani.

Menurutnya, pencegahan juga perlu dilakukan secara rutin dengan mengingatkan seluruh siswa agar tidak melakukan tindakan yang menyakiti teman.

“Pihak sekolah juga harus mengingatkan anak-anak setiap hari agar tidak melakukan bullying kepada teman sekolah. Setidaknya setiap pagi disampaikan jangan lagi menyakiti teman sekecil apa pun, baik itu mengejek, mencubit atau tindakan lain,” tuturnya.

Kepala Sekolah Belum Memberikan Respons Upaya konfirmasi terhadap Kepala SDN 1 Mejayan, Sriatun, telah dilakukan melalui pesan WhatsApp dan telepon seluler. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan respons.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Suparnoto, mengaku belum menerima laporan resmi mengenai dugaan perundungan terhadap siswa SDN 1 Mejayan.

Menurut Suparnoto, pihaknya akan turun langsung untuk melakukan klarifikasi dan evaluasi.

“Tadi saya ketemu Ibu Sriatun (Kepsek SDN 1 Mejayan) di sini. Tetapi dia tidak bercerita. Maka kami akan klarifikasi ke sana dulu,” kata Suparnoto.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, lanjut dia, akan berkoordinasi dengan instansi terkait apabila hasil klarifikasi menemukan adanya dugaan perundungan terhadap siswa.

Suparnoto juga menyayangkan jika dugaan persoalan tersebut belum dilaporkan pihak sekolah kepada dinas.

“Pak Kadisnya seperti juga belum tahu,” demikian Supranoto.