SUMENEP, Terbitan.com – Inovasi digital yang dikembangkan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, yaitu aplikasi Si Teken, terus mendapat perhatian dari berbagai pihak.
Kali ini, DKPP Pamekasan melakukan studi banding ke Sumenep untuk mempelajari lebih dalam sistem dan manfaat aplikasi tersebut.
Aplikasi Si Teken merupakan solusi digital yang dirancang untuk mempermudah proses administrasi kelompok tani, khususnya dalam pembuatan sertifikat secara elektronik. Selain itu, aplikasi ini juga berfungsi sebagai sistem informasi akurat untuk profil kelompok tani di wilayah Sumenep.
Dalam kunjungan yang berlangsung di Sekretariat DKPP Sumenep pada Selasa, 4 Februari 2025, rombongan DKPP Pamekasan yang dipimpin oleh Plt. Kepala DKPP Pamekasan, Indah Kurnia Sulistiorini, diterima langsung oleh Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, beserta jajarannya.
Chainur Rasyid menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap inovasi yang mereka kembangkan dapat bermanfaat lebih luas.
“Semoga dengan kunjungan ini dapat memberikan tambahan informasi dan gambaran untuk saudara-saudara kita di Pamekasan yang punya tujuan sama, yaitu memberikan kemudahan kepada petani,” ujar Chainur.
Ia juga menjelaskan bahwa aplikasi Si Teken tidak hanya sekadar mempermudah pembuatan sertifikat kelompok tani, tetapi juga menyajikan data yang lebih akurat mengenai profil kelompok tani.
“Si Teken juga menyediakan sistem informasi yang dapat membantu pemerintah dalam mendapatkan akurasi data tentang profil kelompok tani. Dengan adanya data yang valid, program pertanian bisa lebih tepat sasaran,” jelasnya.
Sementara itu, Plt. Kepala DKPP Pamekasan, Indah Kurnia Sulistiorini, mengungkapkan bahwa pihaknya sangat tertarik dengan inovasi ini dan berencana untuk mereplikasinya di Pamekasan.
“Setelah memperhatikan pengenalan aplikasi ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pamekasan berinisiasi untuk melakukan kunjungan sekaligus mereplikasi Aplikasi Si Teken,” ungkapnya dalam keterangan tertulis.
Menurutnya, penerapan sistem digital seperti ini dapat menjadi solusi dalam mendukung percepatan layanan administrasi bagi petani, sekaligus meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan data kelompok tani.
“Kami ingin memberikan layanan terbaik untuk petani, dan inovasi dari DKPP Sumenep ini bisa menjadi referensi yang baik untuk kami terapkan di Pamekasan,” tambah Indah.
Aplikasi Si Teken hadir sebagai jawaban atas kebutuhan modernisasi di sektor pertanian. Dengan sistem digital ini, proses administrasi yang sebelumnya memakan waktu lama dapat diselesaikan dengan lebih cepat dan efisien.
Berikut beberapa keunggulan aplikasi Si Teken:
✅ Proses Pembuatan Sertifikat yang Lebih Cepat – Petani tidak perlu lagi mengurus berkas secara manual. Semua dapat dilakukan secara digital.
✅ Data Kelompok Tani yang Akurat – Memudahkan pemerintah dalam mengambil kebijakan berbasis data.
✅ Meningkatkan Efisiensi dan Transparansi – Sistem digital mengurangi potensi kesalahan administratif dan meningkatkan akuntabilitas.
✅ Mudah Diakses – Dapat digunakan oleh petani dari berbagai wilayah dengan antarmuka yang ramah pengguna.
Dengan berbagai manfaat tersebut, tidak heran jika inovasi dari DKPP Sumenep ini menarik perhatian daerah lain, termasuk DKPP Pamekasan.
Kunjungan ini menunjukkan bahwa digitalisasi di sektor pertanian semakin menjadi kebutuhan. Dengan adanya studi banding ini, DKPP Pamekasan dapat mengadopsi sistem serupa untuk meningkatkan layanan kepada petani di daerahnya.
Selain itu, kerja sama antar daerah dalam pengembangan teknologi pertanian diharapkan dapat mempercepat peningkatan kesejahteraan petani dan mendorong sektor pertanian yang lebih modern dan maju.
“Kami berharap inovasi ini bisa berkembang dan diadopsi lebih luas. Dengan berbagi pengalaman dan teknologi, kita bisa sama-sama memajukan sektor pertanian di Madura,” tutup Chainur Rasyid.
Aplikasi Si Teken yang dikembangkan DKPP Sumenep membuktikan bahwa digitalisasi dapat membawa manfaat besar bagi petani. Studi banding yang dilakukan DKPP Pamekasan menunjukkan bahwa inovasi ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya meningkatkan layanan bagi petani.
Dengan semakin banyaknya daerah yang mengadopsi sistem digital dalam pengelolaan pertanian, diharapkan sektor pertanian di Indonesia semakin maju, efisien, dan sejahtera.


