NGAWI, terbitan.com – Pemerintah Kabupaten Ngawi terus memperkuat budaya sadar pajak di tengah masyarakat. Melalui kolaborasi Badan Keuangan Kabupaten Ngawi, UPT Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Timur Wilayah Ngawi, Polres Ngawi, dan Jasa Raharja, sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) digelar di Desa Sukowiyono, Kecamatan Padas, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam mendorong kepatuhan wajib pajak sekaligus meningkatkan penerimaan daerah yang nantinya akan dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai program pembangunan dan peningkatan pelayanan publik.

Sosialisasi dihadiri tokoh masyarakat, Ketua RT, perangkat desa, serta warga Desa Sukowiyono. Dalam kesempatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai ketentuan Opsen PKB dan BBNKB, pentingnya membayar pajak kendaraan bermotor tepat waktu, hingga manfaat langsung yang dirasakan masyarakat dari hasil penerimaan pajak.

Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan berbagai inovasi layanan pembayaran pajak yang semakin mudah dan dekat dengan masyarakat. Di antaranya melalui layanan Samsat Keliling serta layanan jemput pembayaran pajak kendaraan tahunan yang memungkinkan warga memenuhi kewajibannya tanpa harus datang ke Kantor Samsat Ngawi.

Sekretaris Badan Keuangan Kabupaten Ngawi, Mulat Setyohadi, mengatakan sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam membangun kesadaran masyarakat bahwa pajak merupakan salah satu pilar utama pembangunan daerah.

“Kesadaran masyarakat sebagai wajib pajak terus meningkat. Dengan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor yang dilakukan tepat waktu, penerimaan daerah dari Opsen PKB dan BBNKB akan semakin optimal sehingga mampu mendukung pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Ngawi,” ujarnya.

Menurut Mulat, pajak kendaraan bermotor tidak hanya menjadi kewajiban administratif bagi pemilik kendaraan, tetapi juga menjadi sumber pendapatan daerah yang memiliki kontribusi besar terhadap pembiayaan pembangunan, mulai dari infrastruktur, pelayanan publik, hingga program-program yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Ngawi terus memperkuat sinergi bersama UPT Bapenda Provinsi Jawa Timur Wilayah Ngawi, pemerintah desa, Polres Ngawi, Jasa Raharja, dan seluruh elemen masyarakat agar kepatuhan wajib pajak semakin meningkat.

“Melalui kolaborasi ini, kami berharap budaya membayar pajak tepat waktu semakin mengakar di tengah masyarakat. Semakin tinggi kepatuhan wajib pajak, semakin besar pula kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan dan menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Ngawi,” pungkasnya.