NGAWI, terbitan.com – Drama menegangkan tersaji di Stadion Ketonggo, Senin (10/8/2026) sore. Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Ngawi memastikan tiket ke babak 12 besar Turnamen Sepak Bola PKDI Cup 2025 Jawa Timur setelah secara dramatis menundukkan PKDI Magetan dengan skor tipis 1-0.

Gol kemenangan PKDI Ngawi lahir pada masa injury time babak kedua melalui titik putih. Kepala Desa Mojo, Subianto alias Tobix, yang mengenakan nomor punggung 11, sukses menjalankan tugasnya sebagai algojo penalti dan menggetarkan gawang PKDI Magetan.

Penalti diberikan setelah pemain depan PKDI Ngawi, Dodik Surya, Kepala Desa Banjaransari, dilanggar keras pemain belakang PKDI Magetan di dalam kotak terlarang.

Tendangan penalti tersebut sekaligus menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung ketat. Di tengah tekanan waktu dan situasi pertandingan yang nyaris berakhir tanpa gol, Tobix tampil tenang. Eksekusinya memastikan tiga poin sekaligus membawa PKDI Ngawi melangkah ke fase berikutnya.

Kemenangan atas PKDI Magetan menjadi kemenangan kedua secara beruntun bagi PKDI Ngawi. Sebelumnya, tim berjuluk kesebelasan para kepala desa tersebut tampil meyakinkan dengan menghentikan langkah PKDI Ponorogo lewat kemenangan telak 3-0.

Dengan torehan dua kemenangan tersebut, PKDI Ngawi berhasil finis sebagai juara Grup H dan berhak melaju ke babak 12 besar Turnamen PKDI Cup 2025 Jawa Timur.

Kemenangan dramatis PKDI Ngawi turut disaksikan langsung Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, dari tribun utama Stadion Ketonggo.

Orang nomor satu di Ngawi itu memberikan apresiasi atas perjuangan para pemain. Menurutnya, dukungan masyarakat yang hadir di stadion menjadi energi positif bagi tim untuk terus berjuang hingga peluit panjang dibunyikan.

“Syukur Alhamdulillah PKDI Ngawi berhasil meraih kemenangan keduanya. Hasil yang diraih tentu menjadi kebanggaan bagi masyarakat Ngawi tentunya,” kata Ony Anwar Harsono.

Kehadiran Bupati bersama para pendukung di tribun pun membuat atmosfer pertandingan semakin meriah. Dukungan tersebut menjadi tambahan motivasi bagi para pemain PKDI Ngawi untuk mempertahankan keunggulan hingga akhir laga.

Kendati berhasil menyapu bersih dua pertandingan, pelatih PKDI Ngawi, Fajar Dullah, mengingatkan anak asuhnya agar tidak cepat puas.

Menurutnya, masih ada pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi, terutama dalam hal penyelesaian akhir. Sejumlah peluang yang didapatkan harus bisa dikonversi menjadi gol agar tim tidak selalu bergantung pada situasi bola mati seperti penalti.

“Evaluasi dalam penyelesaian akhir untuk menciptakan gol perlu kita benahi ke depannya. Bersyukur bisa lolos ke babak 12 besar Jawa Timur,” ujar Fajar Dullah.

Lolosnya PKDI Ngawi sebagai juara Grup H menjadi modal penting menghadapi persaingan di babak 12 besar. Tantangan berikutnya dipastikan semakin berat, sehingga ketajaman lini depan dan konsistensi permainan menjadi pekerjaan utama yang harus segera dibenahi.

Dua laga, dua kemenangan. PKDI Ngawi kini bukan sekadar numpang lewat. Tiket 12 besar sudah di tangan, dan ambisi untuk melangkah lebih jauh mulai terbuka.