NGAWI, terbitan.com — Kobaran api dan kepulan asap membumbung tinggi membuat panik warga. Kebakaran diketahui berasal dari bagian belakang kompleks Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ngawi, Jawa Timur. Api dengan cepat membesar karena di dalam bangunan terdapat sejumlah material yang mudah terbakar. Jumat sore (14/8/26)
Kabid Damkar Pemkab Ngawi, Ismail Mubarak, menyebut api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah.
“Kebakaran berasal dari pembakaran sampah,” kata Ismail.
Saat api membesar, warga binaan yang berada di sekitar lokasi kebakaran langsung dipindahkan ke blok tahanan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dampak kebakaran, mengingat blok hunian warga binaan berada di bagian depan kompleks dan relatif jauh dari titik api.
Untuk memadamkan api dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pemkab Ngawi dikerahkan.Pun diperkuat dua mobil tangki air dari TNI serta dua unit dari BPBD Ngawi.
Menurut Ismail, kebakaran menghanguskan gedung pertemuan dan gudang musik. Beruntung, bangunan yang terbakar berada cukup jauh dari blok hunian warga binaan sehingga api tidak sampai merembet ke ruang tahanan.
“Jauh dari ruang warga binaan,” ujar Ismail.
Sementara itu, Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, atau yang akrab disapa Antok, mengungkapkan dalam sepekan terakhir, empat kejadian kebakaran terjadi di wilayah Kabupaten Ngawi
“Minggu ini ada empat titik. Dan hari ini ada dua titik. Satu di Gerih dan satu lagi di lapas,” kata Antok.
Ia memastikan petugas kebakaran telah berhasil memadamkan api dan memastikan kobaran api tidak merambat ke permukiman warga di sekitar lapas.
“Api membakar di aula kegiatan. Jadi di luar kamar tahanan. Dan api dipastikan sudah padam,” ungkapnya.
Antok menegaskan dugaan kebakaran yang berasal dari pembakaran sampah akan menjadi perhatian serius. Ia mengingatkan lingkungan lapas banyak material mudah terbakar sehingga berpotensi memicu kebakaran yang lebih besar.


