BOJONEGORO, terbitan.com – Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Bojonegoro, Wahyu Subakdiono, dikenal sebagai sosok yang konsisten memegang wejangan para sesepuh SH Terate. Salah satunya pesan dari Ketua Umum Pusat PSHT, Almarhum Tarmadji Boedi Harsono, “Goleko urip ojo lali sangune mati”.

“Manusia sudah terlanjur hidup, maka harus mencari hidup agar bisa menghidupi, bukan hanya diri sendiri dan keluarga, tapi juga bermanfaat bagi orang lain,” ujar Wahyu.

Wahyu mengenal SH Terate sejak 1973. Meski sempat terhenti karena studi di Jakarta, semangatnya kembali menyala hingga disahkan sebagai warga PSHT pada 1981. Ia pun merintis latihan-latihan bersama rekan seperguruan hingga akhirnya Cabang PSHT Bojonegoro resmi berdiri.

Sejak dipercaya menjadi Ketua Cabang pada 2003, Wahyu membawa PSHT Bojonegoro kian berkembang. Jumlah anggota kini mencapai sekitar 45 ribu orang. Ia juga berhasil membangun sekretariat megah PSHT Bojonegoro di atas lahan 2.400 meter persegi dengan berbagai fasilitas untuk masyarakat.

“Gedung ini sejatinya milik masyarakat, karena dibangun dari iuran siswa SH Terate yang juga warga Bojonegoro,” tegasnya.

Selain mengembangkan organisasi, Wahyu juga fokus meningkatkan kapasitas SDM pengurus melalui pelatihan hukum, kemasyarakatan, hingga kewirausahaan. Dari situ lahir berbagai forum, seperti Paguyuban Pamong Praja Warga Terate Bojonegoro (Pawojo) dan Forum Komunikasi Intelektual Terate.

Meski demikian, ia menekankan bahwa inti dari ajaran SH Terate tetaplah budi luhur. “Selagi hidup, kita tidak boleh berhenti. Hidup itu harus menghidupi, dan ajaran SH Terate adalah bekal utama untuk itu,” pungkasnya.