MADIUN, terbitan.com – Rencana audiensi terkait Program Beasiswa Mahasiswa dan Transparansi APBD Kabupaten Madiun yang digagas Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Madiun Raya bersama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kembali ditunda.

Sebelumnya, audiensi dijadwalkan berlangsung pada Senin (1/9/2025) setelah adanya kesepakatan bersama pada 27 Agustus lalu. Namun, GMNI menilai situasi terkini kurang kondusif sehingga audiensi diputuskan untuk di-reschedule.

“Demi menjaga kondusifitas dan keselamatan bersama, kami memutuskan menunda pelaksanaan audiensi hingga waktu yang lebih tepat, yaitu setelah kondisi benar-benar memungkinkan dan kondusif,” tulis GMNI Madiun Raya dalam keterangan resminya.

Keputusan ini ditandatangani langsung oleh Koordinator Lapangan Adiva Arya Pratama dan Ketua Cabang GMNI Madiun Raya, Nikolaus Leontin Ama Betan.

GMNI menegaskan bahwa penundaan ini bukan berarti mengabaikan isu penting yang dibawa, melainkan langkah antisipatif agar dialog bisa berjalan dengan baik tanpa adanya potensi gangguan.

“Kami berharap semua pihak dapat memahami keputusan ini. Audiensi tetap akan dilaksanakan pada waktu yang lebih tepat,” tegas GMNI.

Dengan demikian, agenda pembahasan mengenai beasiswa mahasiswa dan transparansi APBD Madiun masih akan menunggu momentum yang lebih aman dan kondusif.