TERNATE, Terbitan.com || Gubernur Provinsi Maluku, Hendrik Lewerissa, SH, LLM, menyempatkan diri untuk bertemu dan mendengarkan aspirasi warga Maluku yang berada di Provinsi Maluku Utara dalam kunjungannya ke Ternate. Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Bella Hotel ini dihadiri oleh berbagai paguyuban masyarakat Maluku di Malut, di sela kegiatan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) bersama Bank Maluku Malut.
Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Ikatan Basudara Maluku Malut, Abu zubair Latupono saat dikonfirmasi, Jum’at (21/3/24), Ia menyampaikan aspirasi mengenai belum adanya rumah singgah bagi pekerja asal Maluku yang hendak bekerja di tambang Halmahera. Ia menekankan bahwa banyak pekerja kesulitan mendapatkan tempat tinggal sementara yang layak ketika tiba di Ternate.
Selain itu, ia juga menyoroti belum tersedianya asrama bagi mahasiswa asal Maluku di Ternate dan berharap pada kepemimpinan Gubernur Hendrik Lewerissa untuk merealisasikan hal tersebut, “kata Abu
Sementara itu, Ketua Ikatan Keluarga Siri Sori Islam (IKASSI) dari Siri Sori, Febrianto Patty, turut menambahkan bahwa perlu adanya kepastian koordinasi lintas provinsi dalam menangani warga Maluku yang mengalami kecelakaan atau menjadi korban kekerasan di wilayah tambang atau tempat lain di Maluku Utara.
Selama ini, pemulangan korban ke Maluku sering kali terkendala karena kurangnya fasilitas dan koordinasi yang jelas. Oleh karena itu, ia mengusulkan adanya layanan satu pintu yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Maluku untuk menangani permasalahan warga Maluku di luar daerah, “tindas Febrianto
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Gubernur Hendrik Lewerissa menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari upaya “belanja masalah” yang akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan pemerintah ke depan. Ia berjanji akan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait, termasuk Gubernur Maluku Utara, untuk merealisasikan pembangunan rumah singgah bagi pekerja serta asrama mahasiswa Maluku di Malut.
“Apapun yang menjadi kendala warga Maluku di Maluku Utara, ini juga akan menjadi perhatian bagi pemerintah Maluku saat ini. Kita jadikan ini sebagai catatan penting dalam menentukan arah kebijakan ke depan,” ujar Gubernur Hendrik.
Di akhir pertemuan, Gubernur mengajak seluruh warga Maluku yang berada di Maluku Utara untuk terus berkontribusi dalam pembangunan serta menjaga ketertiban dan persatuan. “Jadilah warga yang taat hukum serta hindari perpecahan antar sesama anak negeri di manapun berada,” pungkasnya.
Dengan pertemuan ini, diharapkan ada langkah konkret dari pemerintah untuk memperhatikan kebutuhan warga Maluku di Maluku Utara, terutama dalam hal fasilitas dan koordinasi penanganan permasalahan sosial, “ucapnya.


