NGAWI, terbitan.com — Kantor Pertanahan Kabupaten Ngawi memperingati Hari Agraria dan Tata Ruang (HANTARU) Tahun 2026 dengan meneguhkan komitmen melakukan transformasi pelayanan pertanahan dan tata ruang.

Peringatan HANTARU 2026 ditandai dengan upacara yang diikuti jajaran pegawai Kantor Pertanahan Kabupaten Ngawi. Momentum tersebut menjadi refleksi sekaligus penguatan semangat untuk menghadirkan pelayanan yang semakin mudah, cepat, transparan, dan memberikan kepastian kepada masyarakat.

Mengusung tema “Transformasi Melayani Lebih Pasti”, HANTARU tahun ini tidak hanya dimaknai sebagai transformasi berbasis teknologi, tetapi juga perubahan budaya kerja, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan integritas, serta penyederhanaan proses pelayanan.

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Ngawi, Eksam Sodak, mengatakan momentum HANTARU menjadi pengingat bahwa transformasi pelayanan harus benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kita ingin momentum HANTARU 2026 ini menjadi pengingat bahwa transformasi pelayanan harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Bukan hanya transformasi dari sisi teknologi, tetapi juga perubahan budaya kerja, peningkatan profesionalisme, integritas, dan kepastian dalam memberikan pelayanan,” ujar Eksam.

Menurutnya, kepastian pelayanan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi pertanahan. Karena itu, seluruh jajaran Kantor Pertanahan Kabupaten Ngawi dituntut terus meningkatkan profesionalisme dan menjaga integritas.

“Setiap jajaran Kantor Pertanahan Kabupaten Ngawi harus terus berkomitmen memberikan pelayanan yang mudah, cepat, transparan, dan sesuai dengan ketentuan. Kepercayaan masyarakat harus kita jawab dengan kinerja dan integritas,” tegasnya.

Komitmen tersebut juga diperkuat melalui pembangunan Zona Integritas di lingkungan Kantor Pertanahan Kabupaten Ngawi. BPN Ngawi sebelumnya telah meraih predikat Wilayah Tertib Administrasi Berintegritas (WTAB) dan saat ini mempersiapkan diri menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

Eksam mengatakan, capaian tersebut menjadi pijakan untuk terus melakukan perbaikan, bukan menjadi alasan untuk berhenti berbenah.

“Predikat Wilayah Tertib Administrasi Berintegritas yang telah diraih menjadi pijakan bagi kami untuk terus melakukan perbaikan. Saat ini kami juga mempersiapkan diri menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Tentunya ini membutuhkan kerja bersama dan komitmen seluruh jajaran,” jelasnya.

Dalam proses menuju WBK, penguatan budaya kerja antikorupsi, akuntabilitas, pengawasan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik terus didorong. Pembangunan Zona Integritas diharapkan tidak berhenti pada pencapaian administratif, tetapi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Transformasi pelayanan juga dilakukan melalui pemanfaatan digitalisasi, penyederhanaan proses, keterbukaan informasi, serta penguatan kanal pengaduan dan konsultasi.

Langkah tersebut diharapkan mampu membuat pelayanan pertanahan semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan informasi dan proses layanan yang lebih jelas.

“Semangat ‘Transformasi Melayani Lebih Pasti’ harus kita wujudkan dalam setiap pelayanan. Kami ingin masyarakat mendapatkan kepastian, baik dari sisi proses, informasi, maupun penyelesaian layanan pertanahan,” kata Eksam.

Melalui momentum HANTARU 2026, Kantor Pertanahan Kabupaten Ngawi meneguhkan kembali komitmen untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas.

Semangat “Transformasi Melayani Lebih Pasti” diharapkan tidak berhenti sebagai tema peringatan, tetapi menjadi budaya kerja dalam menghadirkan pelayanan pertanahan dan tata ruang yang profesional, transparan, akuntabel, dan memberikan kepastian bagi masyarakat.