SANANA, Terbitan.com – Pendekatan fisik dan non fisik menjadi kunci pelaksanaan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke – 110 Kodim 1510/Sula di Desa Waiboga dan Desa Sama, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) telah memasuki hari ke – 6.

Dari segi pembangunan fisik diwujudkan dalam pembuatan talud penahan banjir panjang 250 meter di Desa Waiboga, Kecamatan Sulabesi Tengah serta Desa Sama Kecamatan Sulabesi Timur pembuatan dua unit bak air bersih dan pembuatan satu unit (MCK), rata-rata sudah berjalan 19 persen.

Diharapkan, program tersebut bisa membawa semangat dan rasa bangga tersendiri bagi masyarakat di desa, “ungkap Komandan Kodim (Dandim) 1510/Sula, Letkol Inf Tri Yudianto melalui Dan Unit Intel, Lettu Inf Kasdam, A.Md. kepada awak media ini melalui pesan Whats App, Minggu (07/03/21)

Lanjut Kasdam, Program ini sangat baik, karena maknanya adalah satu yaitu proses gotong royong yang dimotori oleh insan TNI dan benar-benar membantu agar terwujudnya pembangunan di wilayah desa.

Tak hanya membantu pembangunan secara fisik di daerah, TMMD juga menjadi satu pendorong pembangunan karakter di masyarakat. Bukan tanpa alasan, melalui TMMD juga untuk mendukung pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro sebagai langkah pencegahan penyebaran Covid-19, “kata Kasdam.

Selain itu, penyelenggaraan TMMD yang melibatkan seluruh elemen TNI sebanyak 125 personil, unsur Polisi 20 personil, unsur Pemda 5 orang dan dari masyarakat 75 orang, ini menjadi bukti tersendiri akan antusias masyarakat dalam menyambut TMMD. Gotong royong yang terjalin di dalam masyarakat sebagai wujud pembangunan karakter yang luar biasa, “ucap Kasdam.

“Dengan adanya program-program non fisik maka pembangunan kita akan bisa menyeluruh. Bukan hanya pembangunan talud, bak air bersih atau MCK, tapi juga pembangunan kesehatan dan karakter masyarakat,” jelasnya.{GNS}