SUMENEP, Terbitan.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep resmi meluncurkan aplikasi Silangtani Sumenep, sebuah platform digital yang bertujuan untuk membantu petani dalam memasarkan hasil panennya. Aplikasi ini tidak hanya dapat digunakan oleh petani lokal di Sumenep, tetapi juga menjangkau pembeli dari berbagai daerah di Indonesia.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, mengungkapkan bahwa aplikasi ini adalah langkah konkret dalam mendukung hilirisasi pertanian di wilayahnya.
“Aplikasi ini merupakan wujud nyata dari digitalisasi sektor pertanian. Dengan Silangtani Sumenep, para petani bisa lebih mudah menjual hasil pertanian mereka tanpa harus melalui tengkulak,” ujar Chainur dalam peluncuran resmi aplikasi, Jumat (31/1).
Menurut Chainur, aplikasi Silangtani Sumenep dibuat untuk membantu petani dalam berbagai aspek, mulai dari pemasaran hingga meningkatkan kesadaran digital mereka.
“Kami ingin para petani lebih melek teknologi. Dengan aplikasi ini, mereka bisa langsung menawarkan produknya kepada pembeli tanpa harus melalui perantara,” katanya.
Aplikasi ini memungkinkan petani untuk mengunggah informasi terkait hasil pertanian mereka, seperti jenis produk, harga, dan ketersediaan stok. Pembeli dari berbagai daerah bisa melihat informasi tersebut dan melakukan transaksi langsung.
“Minimal, calon pembeli baik dari Sumenep maupun luar daerah mendapatkan informasi terkait hasil pertanian masyarakat,” sambung Chainur.
Salah satu masalah utama yang sering dihadapi petani adalah harga jual yang tidak menguntungkan karena panjangnya rantai distribusi. Dengan adanya Silangtani Sumenep, harapannya petani bisa menjual produknya dengan harga lebih baik tanpa harus bergantung pada perantara.
Menariknya, aplikasi ini tidak hanya diperuntukkan bagi pembeli di Sumenep, tetapi juga mencakup seluruh Indonesia. Dengan demikian, petani lokal bisa mendapatkan pelanggan dari luar daerah, yang mungkin bersedia membeli dengan harga lebih tinggi dibandingkan pasar lokal.
Pemkab Sumenep tidak hanya berhenti pada peluncuran aplikasi, tetapi juga berkomitmen untuk melakukan sosialisasi dan pelatihan bagi para petani agar mereka bisa menggunakannya secara efektif.
Chainur Rasyid menegaskan, pihaknya akan terus mendampingi petani dalam beradaptasi dengan teknologi digital ini.
“Kami tidak hanya meluncurkan aplikasi lalu lepas tangan. Akan ada pendampingan agar para petani bisa memanfaatkannya dengan optimal,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga akan menggandeng berbagai pihak, seperti perbankan dan perusahaan logistik, agar transaksi dan distribusi hasil pertanian bisa berjalan dengan lancar.
Meski aplikasi ini menawarkan banyak keuntungan, tetap ada tantangan yang harus dihadapi, terutama dalam hal akses internet dan literasi digital petani.
Beberapa petani di daerah terpencil mungkin belum terbiasa dengan penggunaan teknologi digital. Oleh karena itu, sosialisasi dan pelatihan menjadi kunci agar program ini benar-benar efektif.
Peluncuran Silangtani Sumenep merupakan langkah maju dalam digitalisasi sektor pertanian di Sumenep. Dengan aplikasi ini, petani bisa lebih mudah menjual hasil panennya, mendapatkan harga yang lebih baik, serta memperluas jangkauan pasar mereka.
Dukungan dari pemerintah dan berbagai pihak sangat dibutuhkan agar aplikasi ini bisa berjalan optimal. Jika berhasil, bukan tidak mungkin model ini akan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia untuk mengembangkan sistem serupa dalam mendukung sektor pertanian.
Dengan hadirnya Silangtani Sumenep, diharapkan kesejahteraan petani bisa meningkat, dan sektor pertanian di Sumenep semakin berkembang di era digital.


