MADIUN, terbitan.com – Fenomena astronomi Gerhana Bulan Total yang terjadi pada Selasa malam, 3 Maret 2026, seharusnya dapat disaksikan di wilayah Indonesia bagian barat (WIB), termasuk di Kabupaten dan Kota Madiun.

Berdasarkan jadwal astronomi, puncak Gerhana Bulan Total terjadi pada pukul 18.33.39 WIB. Fase total berlangsung mulai pukul 18.03.56 WIB hingga 19.03.23 WIB. Pada fase ini, bulan biasanya tampak berwarna kemerahan akibat pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer bumi.

Namun, warga di wilayah Madiun tidak dapat menikmati momen tersebut. Sejak sore hari, hujan mengguyur hampir seluruh kawasan sehingga langit tertutup awan tebal.

Diana, salah satu warga Madiun, mengaku sudah menantikan fenomena langka tersebut sejak beberapa hari terakhir.

“Saya sudah siap mau lihat habis Magrib, tapi dari sore hujan terus dan langit gelap. Jadi tidak kelihatan sama sekali,” ujarnya.

Menurutnya, Gerhana Bulan Total merupakan peristiwa yang jarang terjadi dan sayang untuk dilewatkan. Ia berharap pada fenomena berikutnya cuaca lebih bersahabat sehingga masyarakat bisa menyaksikannya secara langsung.

Meski tak terlihat di Madiun akibat hujan, Gerhana Bulan Total tetap berlangsung sesuai perhitungan astronomi dan dapat disaksikan di sejumlah wilayah lain yang memiliki kondisi langit cerah.