NGAWI, terbitan.com – Menjelang perayaan Iduladha 1446 H, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur memastikan bahwa kebutuhan hewan kurban di wilayahnya dalam kondisi aman dan bahkan surplus. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur, Indyah Aryani.

 

“Untuk tahun 2024 ke 2025 ini, kami memprediksi adanya kenaikan kebutuhan hewan kurban yang cukup signifikan, sekitar 10-20 persen. Namun alhamdulillah, dari laporan yang kami terima, ketersediaan hewan kurban baik kambing, sapi, maupun domba dalam kondisi aman dan bahkan surplus,” ungkap Indyah Aryani saat berkunjung di Sawojajar Farm Ngawi beberapa waktu yang lalu.

 

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipatif demi menjaga kesehatan hewan kurban dan mencegah penyebaran penyakit menular hewan, khususnya antraks. Langkah tersebut dilakukan terutama di wilayah perbatasan dengan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

 

“Secara umum, semua hewan telah diskrining. Untuk wilayah perbatasan, kami lakukan vaksinasi dan pengawasan ketat. Kami juga melakukan edukasi dan pencegahan secara aktif kepada para peternak. Saat ini semuanya terkendali,” tambahnya.

 

Dengan langkah pengawasan dan penyediaan yang optimal, masyarakat di Jawa Timur diimbau untuk tidak khawatir akan ketersediaan hewan kurban tahun ini.