MUARA TEWEH, terbitan.com – Gugus Tugas percepatan penanganan penyebaran Corona Virus Corona (Covid-19) Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah melalui Dinas Kesehatan Barito Utara telah melakukan pemanggilan terhadap 13 orang Jemaah Itjima dengan Nomor : 800/456-A/Diskes/IV/2020, ter tanggal 3 April 2020.

Pemanggilan terhadap 13 orang Jemaah tersebut akan dilaksanakan Hari Senin, 6 April 2020 sejak pukul 09.00 WIB sampai selesai yang bertempat diruang laboraturium RSUD Muara Teweh.

Berdasarkan pantauan media online terbitan.com di RSUD Muara Teweh, nampak beberapa orang yang berpakaian muslim baju koko dengan peci satu persatu datang menuju ruangan Isolsasi penanganan Covid-19.

Seorang pegawai rumah sakit yang namanya enggan dipublikasikan terkait informasi menggenai pemanggilan terhadap 13 orang Jemaah yang dipanggil silahkan awak media menghubungi lewat Gugus Tugas yaitu Pak Kadis Kesehatan karena informasi satu pintu,” ucapnya singkat.

Saat dikonfirmasikan kepada Plt. Kadis Kesehatan Barito Utara, H. Siswandoyo, SKM., M. Kes, membenarkan bahwa untuk klaster Gowa pihaknya sudah mendapatkan datanya semua baik alamat umur dan pekerjaan yang berjumlah 13 orang,” terang Juru bicara gugus tugas penanganan covid-19 Barut diruangannya. Senin 6/04/2020

Lanjutnya, Ia ucapkan terimakasih kepada teman-teman yang dikalster Gowa yang berjumlah 13 orang kemarin sudah ke rumah sakit Muara Teweh dan ada beberapa yang keluar Daerah.

Sementara hasil pemeriksaan kepada orang yang bersangkutan tidak bisa kita katakan negatif atau positif kita nyatakan yang bersangkutan sehat karena belum timbul gejala kearah Covid-19 seperti batuk demam dan sesak nafas,” bebernya.

Untuk kegiatan hari ini kita adakan rapid test kepada yang 13 orang namun yang datang ke rumah sakit cuma 11 orang nanti dua orangnya menyusul karena yang bersangkutan masih berada diluar daerah entah besok atau lusa.

“Untuk hasilnya kita tunggu saja, dan hasil rapid test juga tidak menjamin yang bersangkutan positif atau negatif minimal kita mempunyai kejelasan dulu kepastian bahwa sebagai tanda awal kalau yang bersangkutan ternyata positif ya langsung kita rujuk, begitupun sebaliknya kalau positif jangan senang dulu karena merasa negatif karena harus konferatif, ” tutup Sis sapaan akrabnya.

Berdasarkan data dan informasi yang dihimpun media online lintaskalteng.com dilakukannya pemeriksaan rapit test kepada yang bersangkutan untuk memastikan apakah yang bersangkutan positif atau negatif karena yang bersangkutan sudah 14 hari datang dari acara mengikuti kegiatan Tablig Akbar Ijtima Ulama Dunia 2020 yang dilaksanakan di Gowa.

Berkitan dengan hal tersebut sebanyak 600 lebih perserta dari Kalteng dan Kalsel yang daftar nama-namanya tercantum menghadiri kegiatan diterapkan sebagai PDP karena Ust. H. Luthfie dari Banjarmasin (Kalsel) yang ikut menghadiri telah meninggal di balikpapan dan positif covid-19. (Iwan)