SANANA,Terbitan.com || Jelang bulan suci Ramadhan, bahan bakar jenis minyak tanah di wilayah Kecamatan Mangoli Barat, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Maluku Utara di beberapa hari terakhir ini, stok minyak tanah di beberapa pangkalan penjualan minyak tanah mengalami kekosongan. Hal tersebut sangat meresahkan warga yang sangat membutuhkan minyak tanah untuk berbagai kebutuhan.
Pantauan media ini, Sabtu (15/3/25).Di beberapa pangkalan penjualan minyak tanah, para pemilik mengaku, bahwa, minggu kemarin masyarakat sudah mendapat jatah minyak tanah, namun saat ini belum ada penyaluran minyak tanah ke pangkalan mereka. Hal tersebut menyebabkan kekosongan stok minyak tanah beberapa hari terakhir ini.
Salah satu pemilik pangkalan penjualan minyak tanah, Amir saat dikonfrmasi lewat pesan Whats App..di..nomor
852-9785-xxxx, menuturkan bahwa stok minyak tanah ditempatnya kosong hingga saat ini, banyaknya warga yang membutuhkan minyak tanah, sehingga untuk 1 drum, bisa dihabiskan dalam berapa jam saja.
“Sudah hampir masuk minggu pertama ini, mereka belum antar minyak tanah. Kasihan banyak warga yang datang tanya hampir setiap hari cari minyak tanah,”ungkapnya
Dirinya berharap kepada dinas terkait agar turun kelapangan memantau dan segera mendistribusikan minyak tanah ke pangkalan penjualan untuk memenuhi kebutuhan warga dan hajat hidup orang banyak.
Erna salah satu warga Desa Falabihaya, mengakui bahwa dirinya harus dengan terpaksa membeli minyak tanah seharga Rp.10 ribu per liter. Adapun harga minyak tanah yang dijual saat ini dibeberapa tempat dengan kisaran harga per liter Rp. 10 hingga 15 ribu per liter
Untuk itu, dia diharap kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kepulauan Sula proaktif dalam mengatasi masalah-masalah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) tanah ini perlu mendapat perhatian serius, terutama menjelang Ramadan dan lebaran.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Pemda Kepulauan Sula, Djena Tidore saat dikonfirmasi melalui pesan Whats App..di..nomor 852-1251-xxxx, namun belum memberikan tanggapan resmi terkait masalah ini.


