MADIUN, terbitan.com – Jembatan Wates di Desa Sumberbening, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, mengalami kerusakan akibat terjangan banjir dalam beberapa bulan terakhir. Tingginya debit air Sungai Klitik menyebabkan bagian selatan jembatan ambles sekitar 10 meter.

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa pondasi jembatan terkikis, mengakibatkan keretakan pada pilar penyangga. Kepala Dusun Wates, Eko Budiantoro, menyebutkan bahwa erosi terjadi setelah meluapnya sungai pada Sabtu (01/03/2025). Demi keamanan, akses kendaraan roda empat sementara ditutup.

“Untuk sementara kita tutup agar tidak membahayakan pengguna jalan,” ujar Eko saat ditemui, Selasa (11/03/2025).

Jembatan Wates sendiri merupakan penghubung vital antara Dusun Wates, pusat pemerintahan Desa Sumberbening, dan Jalan Raya Madiun-Surabaya. Terakhir kali diperbaiki pada 2024 dengan dana desa untuk pengamanan pondasi sisi utara. Namun, banjir kali ini justru merusak bagian selatan jembatan.

Anto, salah satu warga setempat, berharap ada perhatian dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Madiun atau Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Menurutnya, keterbatasan anggaran desa bisa membuat perbaikan tidak tertampung dalam APBDes 2025.

“Kami khawatir kerusakan semakin parah, apalagi curah hujan masih tinggi. Sementara ini warga akan melakukan upaya swadaya dengan memasang karung pasir sebagai penyangga,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Bina Marga DPUPR Kabupaten Madiun, Anang Tri Cahyono, menyatakan bahwa Jembatan Wates belum masuk dalam daftar inventarisasi jembatan rusak karena belum ada laporan resmi dari desa.

“Tim kami sudah melakukan survei. Jembatan Wates ini statusnya milik desa, bukan kabupaten. Pemerintah Desa memiliki anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) untuk penanganan darurat. Jika tidak cukup, mereka bisa melaporkan ke Bupati Madiun agar mendapat perhatian lebih lanjut,” jelas Anang.

Ia menambahkan, jika perbaikan tidak memungkinkan menggunakan anggaran desa, DPUPR dapat membawa permasalahan ini ke tingkat kabupaten untuk dipertimbangkan dalam skala prioritas perbaikan infrastruktur.