BONDOWOSO, terbitan.com – Terkait angkutan Truk tebu yang lalu-lalang saat musim panen tebu. Jajaran Mapolres Bondowoso akan berkoordinasi dengan pihak terkait.
Menurut AKP Budi Setiyono, Kasat lantas Polres Bondowoso, bahwa Penindakan akan segera dilakukan dan sebelumnya akan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan pihak terkait.
Namun, dia berharap sosialisasi terkait dengan rencana penindakan tersebut terutama kepada pemilik barang.
“Karena ini sudah mulai musim panen tebu, saya akan memberikan himbauan agar truk tebu tidak melebihi tonase atau lebih muatan lebih,” jelasnya.
Dia menjelaskan jika masih tetap melanggar. Pihaknya akan melakukan penindakan atau penertiban yang akan dilakukannya terhadap truk-truk kelebihan muatan atau overload berupa tilang.
“Apabila imbauan tidak dihiraukan, ya kita akan lakukan penindakan berupa surat tilang,” kata Budi Setiyono yang baru bertugas di Sat lantas Polres Bondowoso, Kamis (4/7/2019).
Lebih tegas AKP Budi, sapaan akrabnya bahwa jika ada Truk tebu yang melebihi tonase. Maka kewenangannya Perhubungan.
“Tapi kalau ada truk yang masuk pada jalan yang bukan kelasnya, kewenangannya lantas,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Kabid Lalu Lintas dan Angkutan pada Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso, Wage Supratman, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa kemungkinan besar truk tebu tidak melanggar aturan meski muatannya terlihat melebihi bak.
“Meski banyak bisa jadi tebu yang diangkut sudah kering. Beratnya sudah nyusut,” kelitnya, Rabu (3/7/2019).
Dia juga mengaku tidak mengetahui tentang aturan daya angkut atau tonase truk pengangkut tebu.
“Soal tonase itu coba liat sendiri saja di bagian samping truk. Pasti ada. Saya tidak tahu. Atau langsung ke penimbangan saja,” cetusnya saat dikonfirmasi di ruangannya.
Lanjut dia, ketika ditanya soal jenis jalan, kelas jalan dan daya angkut yang diperbolehkan, dia mengatakan tidak banyak mengetahui dan beranggapan bahwa hal itu bukan tupoksi pihaknya.
“Kelas jalan yang saya tahu seperti jalan besar seperti jalan dari Jember dan Situbondo. Soal itu tanya ke Dinas PUPR, bukan di sini,” lemparnya.



Tinggalkan Balasan