MADIUN, terbitan.com – Penanganan kasus dugaan penganiayaan disertai perampasan handphone yang melibatkan oknum pegawai koperasi dan sempat viral beberapa bulan lalu masih menemui kendala. Meski perkara tersebut telah ditingkatkan ke tahap penyidikan, aparat kepolisian belum berhasil mengamankan terduga pelaku.
Kasat Reskrim Polres Madiun, AKP Agus Sandi Anto Prabowo, mengungkapkan bahwa penyidik telah melayangkan dua kali panggilan pemeriksaan kepada terduga pelaku berinisial ABS, warga Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi. Namun, yang bersangkutan tidak pernah memenuhi panggilan tersebut.
“Terduga pelaku berinisial ABS, warga Kedunggalar. Sudah dua kali kami panggil secara resmi, tetapi tidak pernah hadir,” terang AKP Agus saat dikonfirmasi, Rabu (28/1/2026).
Lebih lanjut, AKP Agus menjelaskan bahwa petugas juga telah beberapa kali mendatangi kediaman ABS. Akan tetapi, selama upaya tersebut dilakukan, terduga pelaku diketahui tidak berada di rumah dan sudah lama tidak pulang.
“Informasi terakhir yang kami terima, yang bersangkutan berada di wilayah Jawa Tengah,” ujarnya.
Berdasarkan hasil penelusuran sementara, ABS diduga tengah bekerja di kawasan Sragen. Pihak kepolisian pun telah melakukan koordinasi lintas wilayah, termasuk dengan Polres Ngawi, guna mempercepat proses penelusuran.
“Indikasi sementara, yang bersangkutan bekerja di wilayah Sragen. Koordinasi dengan Polres Ngawi juga sudah kami lakukan,” tambahnya.
Meski gelar perkara telah dilakukan dan penyidikan berjalan dengan mengarah pada ABS sebagai terduga pelaku, Satreskrim Polres Madiun belum menetapkan status tersangka dalam kasus tersebut. Hal ini disebabkan keberadaan ABS yang belum berhasil diketahui secara pasti.
“Penetapan tersangka belum bisa dilakukan karena orangnya belum kami amankan. Sebenarnya setelah panggilan kedua sudah ada sprint untuk membawa yang bersangkutan apabila berada di rumah, namun hingga kini ABS belum kembali,” pungkas AKP Agus.
Sebelumnya, publik dihebohkan oleh beredarnya sebuah video yang memperlihatkan aksi tidak pantas seorang oknum petugas koperasi terhadap seorang wanita. Video tersebut diunggah akun TikTok @apdul XJP dan viral dengan ribuan tanda suka serta dibagikan hampir dua ribu kali.
Dalam rekaman berdurasi 58 detik itu, terdengar suara seorang pria yang diduga petugas koperasi tengah menagih angsuran dengan nada tinggi, disertai makian dan kata-kata kasar yang tidak pantas ditujukan kepada seorang wanita.
Akibat perlakuan tersebut, wanita dalam video tampak ketakutan sambil menggandeng anak balitanya yang terus menangis. Ia berusaha menjauh, namun pelaku justru mengejar dan meludahi wajah korban.
Situasi semakin memprihatinkan ketika balita yang bersama korban terlihat ketakutan menyaksikan ibunya dibentak dengan nada keras. Tangisan anak tersebut seolah diabaikan, sementara perilaku pelaku dalam video justru terlihat semakin agresif.


