NGAWI, terbitan.com – Ketua DPRD Kabupaten Ngawi Yuwono Kartiko meminta Pemkab Ngawi tidak salah arah dalam mengalokasikan tambahan belanja sekitar Rp150 miliar pada Perubahan APBD 2026. Di tengah tekanan pendapatan dan defisit yang mencapai sekitar Rp130 miliar, anggaran tersebut harus fokus menopang lima program prioritas pembangunan.

Penegasan itu disampaikan Yuwono dalam rapat paripurna DPRD Ngawi dengan agenda jawaban Bupati atas pandangan umum fraksi sekaligus pengambilan keputusan Ranperda Perubahan APBD 2026, Selasa (1/9/2026).

Politisi PDI Perjuangan yang akrab disapa King itu menyebut lima prioritas tersebut yakni penguatan SDM, pertumbuhan ekonomi, digitalisasi tata kelola pemerintahan, pembangunan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah, serta penguatan budaya dan agama untuk menjaga kondusivitas daerah.

“Kelima prioritas itu sudah tercantum dalam RKPD. Karena itu, anggaran Rp150 miliar lebih harus didistribusikan secara proporsional untuk mendukung program tersebut,” tegas King.

Kendati PAD naik sekitar Rp15 miliar namun pendapatan transfer justru merosot sekitar Rp79 miliar sehingga pendapatan daerah turun sekitar 3,2 persen dan itu memengaruhi kondisi fiskal kabupaten Ngawi.

King mengatakan, defisit dalam rancangan awal APBD 2026 hanya sekitar Rp20 miliar. Setelah perubahan, belanja daerah bertambah sekitar Rp150 miliar sehingga defisit membengkak menjadi sekitar Rp130 miliar.

“DPRD meminta peningkatan belanja tersebut sudah melalui perencanaan yang matang. Jangan sampai saat program mulai dijalankan justru muncul persoalan pendanaan,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan, DPRD Ngawi juga menyatakan siap melepaskan pokok-pokok pikiran (pokir) untuk diarahkan mendukung lima prioritas pembangunan yang telah ditetapkan dalam RKPD.

“Kami dari DPRD memberikan support terhadap lima prioritas program pembangunan. Di antaranya dengan melepaskan pokir kami untuk ikut mendukung lima program tersebut,” pungkasnya.