MADIUN, terbitan.com – Suasana Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun memanas saat pelantikan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Madiun periode 2025-2029. Ketua Umum KONI Provinsi Jawa Timur, Drs. M. Nabil, M.Si, secara resmi melantik Arnowo Widjaja, MM, sebagai Ketua Umum KONI Kabupaten Madiun yang baru, dengan penyerahan bendera KONI sebagai simbol amanah besar yang harus dijalankan.
Acara ini dihadiri oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto, Wakil Bupati Purnomo Hadi, unsur Forkopimda, serta sejumlah pejabat daerah dan pimpinan OPD terkait. Namun, di balik seremonial pelantikan ini, tersimpan tantangan besar yang harus segera dihadapi.
Ketua Umum KONI Jatim, Drs. M. Nabil, M.Si, tanpa basa-basi langsung menyoroti anjloknya prestasi atlet Jawa Timur di ajang PON terakhir, terutama di cabang olahraga Dayung, Menembak, dan Taekwondo. Ia menegaskan bahwa KONI Kabupaten Madiun harus segera menentukan cabang olahraga prioritas yang akan menjadi andalan, agar mampu menyumbang atlet berprestasi di tingkat provinsi.
Sementara itu, Bupati Madiun tak kalah tegas dalam menantang kepengurusan baru KONI Kabupaten Madiun. Dengan hanya tiga bulan tersisa sebelum Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim IX 2025, ia menuntut aksi nyata dan peningkatan prestasi olahraga daerah. Tak sekadar harapan, Pemkab Madiun juga telah menyiapkan dana reward sebesar Rp 725 juta bagi atlet dan pelatih peraih medali.
“Jangan sampai dana ini mengendap! Atlet harus berjuang keras untuk mengharumkan nama Kabupaten Madiun,” tegas Bupati Madiun, menutup sambutannya dengan pesan keras bagi pengurus KONI yang baru.
Kini, semua mata tertuju pada Arnowo Widjaja dan timnya. Akankah mereka mampu menjawab tantangan ini dan membawa olahraga Kabupaten Madiun ke puncak kejayaan? Waktu akan segera membuktikan.


