NGAWI, terbitan.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Purwosari, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, terus berupaya memperkuat sektor pertanian melalui inovasi ramah lingkungan. Salah satunya dengan memfasilitasi pelatihan pembuatan bioloka dan asam amino bagi para petani sebagai langkah mengurangi ketergantungan terhadap pupuk dan bahan kimia sintetis.
Pelatihan teknologi tepat guna yang digelar pada Selasa (14/7/2026) itu menghadirkan Toha Maksum, Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Ngawi. Dalam kegiatan tersebut, para petani mendapatkan materi sekaligus praktik langsung membuat bioloka dan asam amino menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar.
Dengan telaten, Toha membimbing peserta mulai dari proses pencampuran bahan, teknik fermentasi, hingga cara aplikasi pada tanaman. Menurutnya, penggunaan pupuk organik dan nutrisi alami dapat membantu menjaga kesuburan tanah, meningkatkan produktivitas tanaman, sekaligus menekan biaya produksi petani.
Kepala Desa Purwosari, Suyono, mengatakan pelatihan tersebut merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat yang dibiayai melalui Dana Desa. Menurutnya, alokasi anggaran tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya para petani.
“Sebagian besar masyarakat Desa Purwosari menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Karena itu, kami ingin Dana Desa benar-benar memberikan manfaat nyata melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani agar mampu menerapkan sistem pertanian yang lebih efisien, mandiri, dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Suyono berharap ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi dapat diterapkan di lahan masing-masing dan ditularkan kepada petani lainnya. Ia menegaskan, Pemdes Purwosari akan terus berkomitmen dalam mendukung kemajuan sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat di Kecamatan Kwadungan.
” Kalau petani bisa buat sendiri tentu biaya lebih hemat, serta keberlanjutan lingkungan tetap terjaga,” tandasnya.


