SUMENEP, Terbitan.com – Masalah saluran air di kawasan jantung Kota Sumenep, tepatnya di sekitar Taman Bunga, kembali menjadi perhatian warga. Setiap kali hujan mengguyur, air selalu menggenang di area tersebut, menciptakan genangan yang cukup mengganggu pengendara, baik roda dua maupun roda empat.

Fenomena ini menjadi keluhan rutin masyarakat yang melintasi kawasan tersebut.

“Setiap kali hujan deras, genangan air di sini tidak pernah absen. Tidak hanya mengganggu, tapi juga membahayakan pengendara, terutama pengendara sepeda motor,” ujar Anam, salah satu pengguna jalan.

Permasalahan ini diduga akibat kurang optimalnya saluran drainase di wilayah tersebut. Genangan air yang tak kunjung surut menandakan buruknya sistem pembuangan air di pusat kota. Warga setempat mengeluhkan minimnya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Sumenep terkait hal ini.

“Sangat disayangkan, ini sudah lama terjadi, tetapi pemerintah daerah seperti menutup mata. Padahal, Taman Bunga adalah ikon kota yang sering menjadi pusat kegiatan masyarakat. Kondisi seperti ini mencoreng wajah kota,” kata Wati, seorang pedagang di sekitar lokasi.

Pemerintah Kabupaten Sumenep diminta segera mengambil langkah nyata untuk menyelesaikan persoalan ini. Apalagi, keberadaan genangan air tidak hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas serta merusak jalan.

Warga berharap ada tindakan konkret seperti perbaikan saluran drainase atau normalisasi sistem pembuangan air di sekitar Taman Bunga. “Kami ingin pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan yang terlihat megah, tetapi juga memperhatikan hal mendasar seperti infrastruktur dasar ini,” tegas Syaiful.

Masalah ini harus segera diatasi demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat serta menjaga citra Kota Sumenep sebagai kota yang bersih dan nyaman. Kini bola ada di tangan Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk membuktikan keseriusannya dalam merespons keluhan masyarakat.