MADIUN, terbitan.com – Dampak pemadaman aliran listrik yang dilakukan oleh PLN pada Kamis (19/6/2025). Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Dharma Purabaya Kabupaten Madiun buru-buru menyampaikan permohonan maaf.
Pasalnya, dengan adanya pemadaman listrik oleh PLN itu, aliran air ke pelanggan juga ikut terganggu. Perusahaan Plat Merah itu kemudian meminta warga di 6 Desa/Kelurahan di kecamatan Madiun untuk menampung air sebelum pemadaman dilakukan.
“Pelanggan diwilayah terdampak, dimohon untuk menampung air sebagai antisipasi aliran air terganggu. Terimakasih atas perhatiannya dan mohon maaf atas ketidaknyamanannya,” isi tulisan pamflet yang dikirim Kepala Unit PDAM Kecamatan Madiun, Slamet.
Dalam pamflet itu juga dijelaskan 5 desa yang akan terdampak yaitu, Desa Sumberejo, Desa Banjarsari, Desa Gunungsari, Desa Tanjungrejo, Desa Tiron dan Kelurahan Nglames.
Namun Slamet enggan menjawab, apakah PDAM tidak memiliki Genset untuk mengantisipasi pemadaman listrik yang dapat mengganggu operasional PDAM dalam mendistribusikan air bersih kepada pelanggan.
Pesan WhatsApp yang dikirim sejak hari Rabu (18/6) tidak dijawab oleh kepala unit PDAM Kecamatan Madiun tersebut.
Perlu diketahui, mulai pukul 05.40 WIB pemadaman aliran listrik sudah terjadi diwilayah kecamatan Madiun saat bersamaan air dari PDAM pun juga ikut mati.
Dengan adanya ganguan itu, tidak sedikit dari masyarakat yang mengeluh, pasalnya pagi hari merupakan waktu dimana masyarakat banyak menggunakan air bersih untuk masak dan aktifitas lainnya.
- Enam desa terdampak air mati
- Gangguan layanan air bersih Kecamatan Madiun
- Krisis air bersih imbas listrik padam
- Listrik padam ganggu distribusi air Madiun
- PDAM belum jawab soal genset
- PDAM imbau warga tampung air
- PDAM Tirta Dharma Purabaya minta maaf
- PLN padamkan listrik distribusi air terhenti
- Warga Madiun keluhkan air mati pagi hari


