SUMENEP, Terbitan.com –Di balik setiap lagu yang dinyanyikan, ada impian yang bergetar. Di setiap nada yang meluncur, terselip asa yang ingin didengar. Madura Pop Talent 2025 bukan sekadar ajang pencarian bakat, tetapi panggung bagi generasi muda Madura untuk menyuarakan impian mereka melalui musik.
Digelar di Kampus UNIBA Sumenep pada 16-17 Februari 2025, acara ini akan menjadi magnet bagi para pelajar SLTP/MTS serta SLTA/MA se-Madura yang memiliki bakat bernyanyi. Mereka akan bersaing dalam atmosfer kompetitif, memamerkan suara emas, teknik vokal mumpuni, dan keberanian di atas panggung besar.
Sekretaris Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Akh. Raisul Kawim, menegaskan bahwa Madura Pop Talent 2025 tidak hanya sekadar ajang pencarian bakat.
“Setiap peserta di sini bukan hanya seorang penyanyi, tetapi juga seorang pejuang. Mereka membawa harapan, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga dan daerah mereka,” ujarnya dalam sosialisasi teknis di Kampus UNIBA, Kamis (14/2).
Babak audisi akan berlangsung di Aula Jaga Themba, di mana para peserta harus menampilkan vokal mereka dalam format unplugged, tanpa iringan musik. Mereka dituntut untuk mengandalkan suara asli dan teknik bernyanyi yang kuat.
Menurut Kawim, konsep ini dipilih untuk menguji kualitas suara peserta tanpa bantuan alat musik.
“Kami ingin melihat seberapa murni dan autentik kemampuan vokal mereka. Ini bukan sekadar tentang siapa yang memiliki suara merdu, tetapi juga siapa yang bisa menghidupkan lagu dengan emosi,” katanya.
Dewan juri yang terdiri dari tiga profesional di bidang musik akan menilai dengan ketat berdasarkan aspek vokal, teknik, dan penampilan panggung. Hanya mereka yang benar-benar berkarakter dan memiliki kualitas vokal terbaik yang akan melaju ke babak final.
Di babak final, tantangan semakin berat. Selain membawakan lagu pilihan, finalis juga harus menyanyikan lagu wajib “Orang Biasa” ciptaan Achmad Fauzi. Lagu ini dipilih karena liriknya yang menggambarkan kegigihan dan keteguhan hati dalam mengejar impian.
“Lagu ini memiliki pesan yang sangat kuat. Kami ingin para finalis tidak hanya menyanyikannya, tetapi juga mampu menyampaikan emosi di dalamnya,” ungkap salah satu juri.
Bagi peserta, ini adalah kesempatan untuk menunjukkan bukan hanya teknik vokal, tetapi juga kedalaman interpretasi lagu. Mereka harus bisa menyampaikan pesan dalam lagu hingga menyentuh hati penonton dan juri.
Madura Pop Talent 2025 mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep dan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Sumenep.
Dukungan ini membuktikan bahwa ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi hiburan, tetapi juga sebagai wadah bagi anak-anak muda Madura untuk mengenal lebih dekat dunia seni, akademik, dan industri kreatif.
“Ajang ini bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi bagaimana anak-anak muda kita belajar percaya diri, berkembang, dan memiliki mimpi yang lebih besar,” kata sekretaris Disbudporapar.
Dengan total hadiah sebesar Rp10 juta, pemenang Madura Pop Talent 2025 tidak hanya membawa pulang trofi dan piagam, tetapi juga mendapatkan tabungan sebagai apresiasi atas kerja keras mereka.
Selain juara utama, ada pula gelar Juara Favorit, yang ditentukan melalui voting media sosial dan polling langsung dari audiens yang hadir di Amphi Theater UNIBA. Ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk meraih dukungan lebih luas, baik dari penonton langsung maupun warganet.
Final Madura Pop Talent 2025 akan semakin meriah dengan penampilan Deddy Musik Program serta Aravian Reggae Band. Dua grup musik ini siap mengguncang panggung dengan penampilan spektakuler mereka.
Selain itu, malam puncak juga akan dihadiri oleh Bupati Sumenep, jajaran Forkopimda, OPD, camat, serta pimpinan BUMD. Para pejabat daerah ini tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi juga akan menyerahkan langsung piala kepada para juara.
Bagi para peserta, Madura Pop Talent 2025 bukan sekadar lomba menyanyi. Ini adalah bukti bahwa mimpi layak untuk diperjuangkan.
Di atas panggung ini, mereka bukan lagi sekadar siswa atau pelajar biasa. Mereka adalah bintang yang bersinar, yang menyuarakan impian dan harapan mereka melalui setiap lirik dan nada.
Suara-suara emas dari Madura kini siap menggetarkan hati banyak orang. Dan siapa tahu, dari panggung ini akan lahir bintang besar yang akan membawa nama Madura ke kancah musik nasional, bahkan internasional.


