NGAWI, terbitan.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80, Kecamatan Pangkur menggelar malam resepsi dengan tema “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, Acara ini diramaikan dengan pentas seni dari anak-anak Sekolah Dasar se-Kecamatan Pangkur bertempat di lapangan Pangkur. Rabu malam (20/8/25).

Namun sayangnya, suasana yang seharusnya berlangsung khidmat menjadi kurang kondusif akibat adanya kegiatan lomba Agustusan yang digelar bersamaan di area lapangan voli yang letaknya berdekatan dengan lokasi resepsi. Hal ini sempat membuat panitia kebingungan dalam mengatur jalannya acara.

Meski demikian, acara tetap berjalan dengan menampilkan beragam pertunjukan seni, seperti Tari Remo, Tari Gigih, Tari Orek-Orek, Tari Giras Ayu, pertunjukan silat karate, karawitan, pantomim, hingga dongeng. Semua pertunjukan merupakan hasil karya dan penampilan anak-anak dari SD, MIN, MTSN maupun MAHU se-Kecamatan Pangkur.

Camat Pangkur, Edi Sukamto, memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini.

“Meski sederhana, kegiatan ini menjadi ajang kreativitas anak-anak untuk bisa unjuk kebolehan, melatih mental agar tidak canggung. Kami, sebagai pemangku wilayah, memberikan wadah dan memfasilitasi mereka,” ujar Camat Edi dalam sambutannya.

Camat Pangkur Edi Sukamto.

Sayangnya, hanya beberapa kepala desa yang nampak hadir dalam acara tersebut.

“Ya, tadi banyak yang izin. Yang hadir cuma lima kades,” tambahnya.

Salah satu pertunjukan yang paling menyita perhatian penonton adalah Tari Gigih, sebuah tarian yang mengangkat kisah perjuangan anak-anak sekolah yang tetap semangat menuntut ilmu di tengah keterbatasan. Tarian ini menggambarkan anak yang harus membawa bangku ke sekolah, membantu orang tua, namun tetap tidak kehilangan jati diri sebagai anak-anak.

Kepala SDN Pangkur 1, Anik Kusrianti, turut bangga dengan prestasi anak didiknya yang berhasil meraih juara 1 FLS2N dalam seni tari di tingkat kabupaten.

“Alhamdulillah, anak-anak tetap fokus meski ada suara dari lapangan voli yang sedikit mengganggu. Seharusnya suasana bisa lebih hikmat, agar gerakan dan musik bisa sejalan,” ungkap Anik.

Senada dengan itu, Kepala Korwil Pangkur, Amsiyah, berharap kegiatan seperti ini dapat terus menjadi wadah pendidikan karakter dan semangat kebangsaan.

“Saya berharap para guru dapat mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata. Menumbuhkan rasa persatuan dan menyajikan atraksi hebat dari anak-anak adalah prestasi luar biasa bagi masyarakat Pangkur. Ini adalah langkah mendampingi generasi emas masa depan,” pungkasnya.

Meski terdapat kendala teknis, semangat anak-anak dalam menampilkan karya terbaik mereka patut diacungi jempol. Kegiatan malam resepsi ini menjadi bukti bahwa kemerdekaan dapat dirayakan tidak hanya dengan pesta, namun juga dengan kreativitas dan dedikasi generasi muda.