SUMENEP, Terbitan.com – Perekrutan tenaga medis di Rumah Sakit Umum (RSU) Sumekar Kabupaten Sumenep menuai kontroversi. Salah seorang calon perawat yang sebelumnya dinyatakan lulus dalam dua tahap seleksi tiba-tiba dinyatakan tidak lolos pada tahap verifikasi berkas. Alasan yang diberikan pihak rumah sakit dianggap tidak masuk akal, yaitu karena kesalahan konfirmasi nomor handphone, meski nomor tersebut telah terdaftar dengan benar.
Calon perawat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa dirinya telah melewati dua tahap seleksi, yaitu ujian tertulis dan wawancara, dengan hasil yang memuaskan. Namun, saat diminta membawa ijazah asli untuk tahap verifikasi, ia justru menerima pemberitahuan bahwa nomornya tidak terdaftar sesuai dengan sistem.
“Saya merasa tidak masuk akal. Selama dua tahapan seleksi, semua pemberitahuan selalu diterima melalui nomor yang sama. Tapi saat diminta verifikasi, tiba-tiba nomor saya dianggap salah. Ini seperti ada yang tidak beres,” ujarnya.
Kasus ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Hamsun, Wakil Ketua KNPI Sumenep. Ia menilai bahwa proses perekrutan di RSU Sumekar seharusnya mengutamakan transparansi dan profesionalisme.
“Ketidakjelasan seperti ini sangat mencurigakan. Ketika calon tenaga medis yang sudah lulus seleksi tiba-tiba ditolak tanpa alasan yang logis, itu menunjukkan kemungkinan adanya manipulasi. Kami khawatir ini adalah praktik yang merugikan calon perawat kompeten,” ungkap Hamsun.
Menurutnya, kejadian ini tidak hanya merugikan calon perawat, tetapi juga berpotensi merusak integritas rumah sakit. Ia menegaskan, KNPI Sumenep akan memantau kasus ini dan mendesak pemerintah untuk menyelidiki dugaan penyimpangan.
“Pemerintah daerah harus bertindak tegas. Perekrutan di sektor kesehatan harus dilakukan dengan adil dan transparan karena menyangkut nyawa banyak orang. Jika diperlukan, kami akan melakukan aksi protes untuk mendesak keadilan,” tambahnya.
Kasus ini kini menjadi sorotan publik. Banyak pihak berharap pemerintah segera turun tangan untuk memastikan proses perekrutan tenaga medis di RSU Sumekar bebas dari unsur manipulasi dan kepentingan tertentu.
Hingga berita ini dirilis, pihak RSU Sumekar belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.


