NGAWI, terbiran.com — Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kabupaten Ngawi berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan. Momentum ini menjadi ajang untuk menghargai peran buruh sebagai penggerak utama roda perekonomian daerah. Sekitar 2.000 peserta dari berbagai elemen pekerja dan masyarakat memadati Alun Alun Merdeka mengikuti jalan santai berhadiah. Jumat (1/5/26/2026).

Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah menunjukkan tren positif berkat kontribusi besar para pekerja. Ia menyebutkan, pertumbuhan ekonomi yang sebelumnya berada di kisaran 4 persen kini meningkat menjadi sekitar 5,6 persen sepanjang tahun 2025.

“Hari ini adalah bentuk penghormatan bagi setiap tetes keringat yang menjadi penggerak ekonomi. Buruh adalah kekuatan utama daerah,” ujar Mas Antok, sapaan akrabnya.

Lebih lanjut, Wabup Ngawi juga mengapresiasi komitmen bersama antara OPD, Forkopimda, dan para pekerja dalam membangun kemitraan yang harmonis. Menurutnya, kolaborasi tersebut sangat penting untuk menciptakan iklim industri yang sehat sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja.

“Dengan kondisi daerah yang aman, nyaman, dan kondusif, tentu ini menjadi peluang besar dalam menarik investasi,” ungkapnya

Ia berharap, sinergi antara pekerja dan pimpinan perusahaan dapat terus dijaga guna mempertahankan pertumbuhan ekonomi serta mewujudkan kesejahteraan yang berkelanjutan.

Hal senada juga diungkapkan, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja, Kusumawati Nilam, bahwa peringatan May Day memiliki makna mendalam bagi para pekerja dari berbagai profesi.

“Selain sebagai bentuk apresiasi, momentum ini juga diharapkan menjadi pelecut untuk meningkatkan kompetensi dan kemampuan pekerja agar dapat naik kelas, yang pada akhirnya bermuara pada kesejahteraan bersama,” kata Nilam.

Sementara itu, ketua panitia penyelenggara May Day, Mohammad Syarif Insan Putra, menambahkan bahwa peringatan tahun ini mengusung tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja.” Ia berharap tema tersebut tidak hanya menjadi slogan, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata di seluruh instansi dan perusahaan.

“Kami berharap komitmen ini terus berlanjut, sehingga para buruh mendapatkan jaminan kesehatan dan kesejahteraan yang lebih baik,” kata Syarif.

Ia juga menegaskan bahwa May Day bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan ajang untuk memperkuat solidaritas dan persatuan pekerja dalam menyuarakan aspirasi, memperjuangkan perlindungan hak dasar, serta mendorong kebijakan yang adil dan inklusif.

“Hidup buruh, perusahaan sehat, pekerja dan buruh sejahtera,” serunya menutup sambutan.

Berbagai kegiatan turut memeriahkan peringatan May Day di Kabupaten Ngawi, pertunjukan musik, donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, dan bakti sosial.