MADIUN, terbitan.com – Setiap daerah memang memiliki tradisi berbeda untuk menunggu waktu berbuka puasa atau biasa disebut dengan istilah ngabuburit , termasuk di Kota Madiun.
Setiap sore di bulan Ramadhan banyak warga yang duduk di pinggir rel Kereta hanya untuk melihat Kereta Api yang lewat. Mereka yang datang merupakan warga sekitar Kota Madiun.
Sekitar 1-2 jam sebelum berbuka, puluhan warga sudah terlihat duduk berjajar di pinggir rel kereta. Biasanya mereka membawa anak ataupun bersama kerabatnya.
Ketika tidak ada kereta yang melintas, teihat mereka melepaskan anak – anak untuk bermain di rel Kereta, namun ketika bunyi sirine berbunyi, yang menandakan akan ada kereta lewat, mereka bergegas memanggil anaknya untuk pergi menjauh dari rel Kereta Api.
Dari pantauan Terbitan.com, kebanyakan para warga sudah mengetahui waktu – waktu saat kereta akan melintas.
Priyono (34)warga Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun mengaku sengaja datang dengan istri dan kedua anaknya hanya untuk melihat Kereta Api dan menunggu waktu berbuka puasa meskipun jarak dari rumahnya lumayan jauh sekitar 7 kilometer.
” Memang sengaja kesini, sambil menunggu waktu berbuka juga untuk menghibur anak – anak, mereka senang kalo ada kereta lewat,” kata Priono di lokasi.
” Di bilang berbahaya ya berbahaya mas, tapi anak – anak tetap kami pantau , setidaknya karena sering kesini ya sudah tau kapan waktu kereta akan melintas,” tambah Priyono.
Sementara itu di lokasi ini juga banyak penjual makanan dan wahana permainan anak. Sehingga ketika waktu berbuka telah tiba mereka bisa membeli makanan untuk berbuka sekaligus menghibur anak – anaknya.
Namun biasanya tradisi ini hanya ramai ketika awal bulan Ramadhan hingga pertengahan bulan Ramadhan. Mendekati hari raya Idhul Fitri biasanya warga yang ngabuburit disini semakin berkurang.



Tinggalkan Balasan