NGAWI, terbitan.com– Kabupaten Ngawi kembali menunjukkan peran strategisnya sebagai salah satu lumbung padi nasional. Komitmen tersebut ditegaskan melalui keikutsertaan dalam Panen Raya Serentak Nasional yang digelar secara virtual bersama Presiden Prabowo Subianto, Jumat (17/7/2026). Momentum ini menjadi bukti nyata bahwa Ngawi tetap berada di garda terdepan dalam memperkuat ketahanan pangan dan menyukseskan program swasembada pangan Indonesia.
Kegiatan yang dipusatkan di Desa Kartoharjo, Kabupaten Ngawi, dihadiri Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Danrem 081/Dhirotsaha Jaya Kolonel Arm. Untoro Hariyanto, Dandim 0805/Ngawi Letkol Arm. Setu Wibowo, Kapolres Ngawi AKBP. Prayoga Angga Widyatama, Kejari Ngawi B.Hermanto, serta para petani yang selama ini menjadi ujung tombak produksi pangan daerah.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menegaskan, keterlibatan Ngawi dalam panen raya serentak merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas produksi beras nasional. Sebagai daerah penyangga pangan, Ngawi terus berupaya meningkatkan produktivitas pertanian melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
“Panen raya serentak bersama Presiden Prabowo Subianto menjadi bukti bahwa Ngawi terus eksis mendukung swasembada pangan nasional. Kami akan terus menjaga produktivitas pertanian agar kontribusi Ngawi terhadap ketahanan pangan Indonesia semakin kuat,” ujar Ony.
Meski panen simbolis di lokasi tidak dapat dilaksanakan karena waktu telah memasuki magrib, semangat para petani tetap tidak surut. Aktivitas panen di lahan pertanian tetap berjalan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan produksi pangan nasional.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi, Supardi, mengapresiasi dukungan TNI yang selama ini aktif mendampingi sektor pertanian. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan para petani menjadi modal utama dalam menjaga produktivitas pertanian Ngawi.
“Kolaborasi seperti ini harus terus diperkuat. Dengan dukungan semua pihak, kami optimistis produktivitas pertanian Ngawi akan tetap terjaga dan mampu memberikan kontribusi besar bagi ketahanan pangan nasional,” ungkapnya.
Ia menambahkan, semangat gotong royong yang terbangun antara pemerintah, TNI, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam mempertahankan predikat Ngawi sebagai salah satu lumbung padi nasional.
“Ini bukan sekadar panen raya, tetapi wujud komitmen bersama menjaga ketahanan pangan Indonesia. Ngawi akan terus berdiri di barisan terdepan sebagai daerah penyangga pangan nasional,” pungkas Supardi.


