NGAWI, terbitan.com – Meski dalam suasana hari raya Idul Fitri 1447 H, mobil siaga Desa Karangasri Kecamatan/Kabupaten Ngawi tetap beroperasi penuh selama 24 jam. Terpantau, mobil siaga tersebut sedang berada di halaman RS Moewardi Solo untuk mengantar pasien yang sedang berobat.

Kepala Desa Karangasri, Haryono Seputro, membenarkan layanan mobil siaga diperuntukkan bagi seluruh warga tanpa terkecuali.

“Full 24 jam untuk warga, gratis… tis…,” ujar Haryono, Senin (23/3/2026).

Lebih lanjut, kata Haryono, pelayanan kepada masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah desa. Bahkan untuk memastikan transparansi dan kemudahan akses, jadwal penggunaan mobil siaga rutin diperbarui dan dibagikan melalui grup WhatsApp RT dan RW, sehingga warga dapat memantau ketersediaannya.

Adapun contoh jadwal mobil siaga desa:
Senin, 23 Maret 2026: Samino (RT 3/RW 12) tujuan RS Moewardi Solo
Selasa, 31 Maret 2026: Agus (RT 2/RW 1) tujuan RS Moewardi Solo

“Nah, seperti ini contoh jadwalnya dan ini kita selalu update, biar warga juga bisa mantau,” ujarnya, Hariyono Sembari menunjukan jadwalnya.

Selain itu, kata Hariyono, Pemdes Karangasri menegaskan tidak ada syarat khusus bagi warga yang ingin menggunakan layanan mobil siaga.

“Selama warga membutuhkan dan jadwal masih tersedia, akan tetap dilayani, kalau dalam kota, seluruh biaya ditanggung desa tanpa pungutan,” jelasnya.

Sementara itu, untuk perjalanan luar kota seperti ke Solo atau Madiun, pihak desa mengupayakan agar perangkat desa atau kepala desa turut mendampingi, sehingga warga tidak perlu menanggung biaya bahan bakar, tol, maupun sopir. Namun, apabila seluruh perangkat sedang berhalangan, warga dapat menggunakan sopir sendiri.

Program ini didukung melalui anggaran Dana Desa Tahun Anggaran 2026 dengan alokasi sekitar Rp5 juta untuk operasional mobil siaga. Anggaran tersebut digunakan untuk kebutuhan perawatan seperti penggantian oli sebanyak 3–4 kali, penggantian empat ban, serta dua kali servis kendaraan.

Selain itu, dana juga digunakan untuk kebutuhan darurat seperti pembelian oksigen bagi pasien yang membutuhkan selama perjalanan.

“Tentu ini menjadi wujud nyata kepedulian kami dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Haryono.