NGAWI, terbitan.com — Konferensi anggota dan pengukuhan pengurus ranting PGRI Kecamatan Kedunggalar berlangsung khidmat di Aula MTsN 6 Ngawi, Selasa (19/5/26)

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Cabang PGRI Kedunggalar, Tri Nur Aini menegaskan bahwa PGRI harus hadir sebagai wadah perjuangan para guru, tidak hanya dalam urusan pangkat dan jabatan, tetapi juga kesejahteraan tenaga pendidik.

Ditemui usai kegiatan, Tri Nur Aini menyampaikan bahwa perjuangan organisasi guru saat ini semakin kompleks. Menurutnya, PGRI memiliki tanggung jawab untuk mengakomodasi kebutuhan guru secara menyeluruh, mulai dari peningkatan karier hingga perlindungan profesi.

“PGRI merupakan wadah perjuangan guru. Perjuangan itu bukan hanya soal pangkat dan jabatan, tetapi juga bagaimana kesejahteraan guru bisa terakomodasi di dalamnya,” ujarnya.

Tri mengungkapkan, saat ini sebagian besar guru telah mengikuti sertifikasi secara daring. Namun demikian, masih ada sejumlah guru yang belum memperoleh sertifikasi karena berbagai kendala administratif maupun teknis.

Kepala madrasah MTsN 6 Ngawi Mustafid

Karena itu, pihaknya terus mendorong adanya kebijakan yang memberi peluang lebih besar bagi guru honorer yang telah lama mengabdi. Salah satu upaya yang diharapkan yakni kemudahan akses dalam seleksi CPNS maupun PPPK.

“Secara kontekstual, guru honorer yang sudah lama mengabdi harus mendapatkan prioritas dan dipermudah untuk masuk terlebih dahulu,” katanya.

Selain memperjuangkan kesejahteraan, PGRI juga memberikan perhatian terhadap perlindungan hukum bagi guru. Tri Nur Aini menjelaskan, PGRI tingkat kabupaten telah melakukan sosialisasi perlindungan hukum bekerja sama dengan kejaksaan maupun kepolisian.

Menurutnya, pendampingan hukum penting agar para guru memiliki pemahaman yang jelas dalam menjalankan tugas pendidikan dan tidak terjerat persoalan hukum akibat kesalahpahaman di lingkungan sekolah.

“Harapannya tentu jangan sampai guru terkena kasus. Karena itu perlu pemahaman bersama antara guru, masyarakat, dan keluarga agar tercipta kolaborasi yang baik,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pendidikan tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada guru. Dibutuhkan keterbukaan dan komunikasi yang sehat antara sekolah, orang tua, serta masyarakat agar proses pendidikan berjalan optimal.

Sementara itu, Kepala MTsN 6 Ngawi, Mustafid mengaku kegiatan pengukuhan tersebut menjadi pengalaman pertamanya sejak berpindah tugas dari MTsN 5 Ngawi.

Ia menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para guru yang dikukuhkan sebagai pengurus PGRI ranting Kedunggalar. Menurutnya, kepengurusan baru diharapkan mampu menjadi wadah aspirasi guru sekaligus membangun komunikasi yang baik antaranggota maupun dengan masyarakat.

“Semoga pengurus yang dikukuhkan bisa mewadahi para guru dan membangun komunikasi yang baik demi kemajuan pendidikan,” tandasnya.