NGAWI, terbitan.com — Jangan pandang Kedunggalar sebelah mata karena letaknya berada di wilayah pinggiran Kabupaten Ngawi. Justru melalui gelaran perdana Kedunggalar Carnival Fest 2026, Kecamatan Kedunggalar tak kehilangan energi untuk tampil dan menunjukkan potensi. Masyarakat membuktikan bahwa kreativitas, kekompakan, dan semangat kolaborasi mampu menjadi kekuatan yang menghidupkan sebuah daerah. Jumat malam (21/8/2026)
Camat Kedunggalar, Arshad Ragandi, menegaskan keberhasilan pelaksanaan kegiatan tidak lahir dari kerja satu pihak melainkan koordinasi dan sinergi lintas elemen yang menjadi fondasi utama suksesnya acara tersebut.
“Perayaan Kedunggalar Carnival Fest ini digelar berkat koordinasi semua pihak. Suksesnya acara ini berkat kolaborasi dan sinergi yang apik,” ungkap Arshad.
Bagi Camat bergelar doktor tersebut, Kedunggalar Carnival Fest tampil bukan sekadar sebagai parade hiburan biasa. Beragam kontingen hadir dengan kreativitas dan penampilan masing-masing, menyulap suasana malam menjadi panggung ekspresi masyarakat. Pun antusiasme peserta dan warga membuat gelaran perdana tersebut berlangsung meriah sekaligus memukau.
Di balik kemeriahan itu, Dia berpesan Kecamatan Kedunggalar mampu bergerak ketika semua elemen berjalan bersama
“Ada proses membangun komunikasi, menyatukan gagasan, dan menggerakkan berbagai unsur agar memiliki tujuan yang sama,” jelasnya.
Dukungan pun datang dari dunia pendidikan. Endang Sulamsih, selaku Korwil Pendidikan, Ia mengaku memberikan apresiasi terhadap seluruh kontingen yang ikut ambil bagian. Keterlibatan PGTK dan Sekolah Dasar juga menjadi salah satu bagian yang menurutnya patut diapresiasi.
“Saya sangat mendukung penampilan semua kontingen yang ikut memeriahkan, termasuk PGTK dan sekolah sekolah yang ikut terlibat di dalamnya,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Budi, salah seorang masyarakat. Ia menilai gaya komunikasi dan kemampuan Camat Arshad Ragandi dalam membangun hubungan dengan berbagai elemen menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat mudah diajak bergerak bersama.
“Di bawah kepemimpinan Camat Ragandi, koordinasinya enak. Beliau orang pintar dan bisa berbaur dengan siapa saja. Jadi kalau komunikasi enak, tentu kita sebagai masyarakat ikut mendukung,” katanya.
Sementara itu, Mustafid Kepala MTsN 6 Ngawi mengatakan, di tengah stigma sekolah pinggiran justru menunjukkan bahwa keterbatasan geografis bukan alasan untuk berhenti berkreasi.
“Eksistensi itu kini tidak hanya dibicarakan, tetapi ditunjukkan.Dari pinggiran, kami di bawah naungan Kemenag Ngawi mengirim pesan: kami ada, kami mampu berkarya, dan kami layak diperhitungkan,” demikian Mustafid.


