NGAWI, terbitan.com – Desa Legowetan Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi kini mendorong gerakan PKK menjadi lebih adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui berbagai pembaruan program, Tim Penggerak PKK desa tidak lagi hanya menjalankan kegiatan rutin seremonial, tetapi diarahkan menjadi motor perubahan sosial di tingkat desa.

Kepala Desa Legowetan, Ida Dwi Rinawati, menegaskan bahwa 10 Program Pokok PKK harus dijalankan secara dinamis sesuai perkembangan zaman.

“Jadi tidak kaku dalam 10 program, tapi programnya dibuat inovatif sesuai zaman dan kebutuhan warga kami,” ujarnya. Rabu (6/5/26)

Menurut Ida, setiap Kelompok Kerja (Pokja) memiliki peran strategis dalam menciptakan perubahan nyata di masyarakat. Karena itu, pola kerja lama yang hanya bersifat formal harus ditinggalkan dan diganti dengan pendekatan yang lebih kreatif serta berdampak langsung.

“Dari inovasi itu bisa langsung dirasakan warga, gampang dijalankan kader, dan tak sekadar berhenti di seremonial,” imbuhnya.

Pokja 1 Fokus Karakter dan Digitalisasi

Pokja 1 yang membidangi penghayatan dan pengamalan Pancasila serta gotong royong mulai diarahkan ke pendekatan digital. Pembinaan karakter generasi muda kini dilakukan melalui media sosial, grup percakapan, hingga kelas parenting daring.

“Pembinaan karakter bagi anak muda bisa memanfaatkan media digital. Misalnya kelas parenting lewat grup pesan singkat, atau konten nilai Pancasila di media sosial,” jelas Ida.

Selain itu, semangat gotong royong diperkuat lewat program bank sampah tingkat RT, dapur umum penanganan stunting, serta kegiatan bersih desa.

Pokja 2 Dorong Ekonomi Digital

Pokja 2 menitikberatkan pada peningkatan kesejahteraan keluarga melalui pendidikan dan penguatan ekonomi berbasis digital.
Pelatihan keterampilan kini disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja modern, seperti pelatihan konten kreator, UMKM digital, hingga sertifikasi kerja.

“Seperti pelatihan yang link and match ke pasar. Bukan sekadar menjahit, tapi pelatihan konten kreator, UMKM digital, atau sertifikasi kerja,” katanya.

UP2K PKK juga diarahkan berkembang menjadi koperasi digital dengan pengembangan marketplace produk desa, akses permodalan, hingga pendampingan branding usaha warga.

Pokja 3 Fokus Pangan dan Lingkungan
Pada bidang pangan

Pokja 3 mengembangkan program pekarangan lestari melalui hidroponik lorong dan kebun gizi keluarga untuk memperkuat ketahanan pangan rumah tangga.
Hasil panen warga juga didorong agar memiliki nilai tambah melalui pelatihan pengolahan produk pangan.
Di sektor sandang, PKK mulai mengedukasi masyarakat tentang slow fashion, pemberdayaan penjahit lokal, bank pakaian layak pakai, hingga pelatihan ecoprint berbasis potensi desa.

Sementara itu, konsep rumah sehat percontohan di tiap RW mulai dikembangkan dengan fokus pada sanitasi, pengelolaan sampah, dan dapur sehat guna mencegah stunting.

Pokja 4 Perkuat Kesehatan Berbasis Data

Pokja 4 yang membidangi kesehatan, kelestarian lingkungan, dan perencanaan sehat keluarga kini mulai menerapkan layanan berbasis teknologi.
Program yang dikembangkan meliputi posyandu digital, layanan jemput bola kesehatan lansia, serta penggunaan aplikasi pendataan kesehatan oleh kader PKK.

Tak hanya itu, inovasi lingkungan seperti bank sampah digital, pembuatan biopori di setiap rumah, hingga pengolahan limbah menjadi energi alternatif juga mulai dijalankan.

Ida menegaskan, kolaborasi dengan tenaga kesehatan desa menjadi kunci keberhasilan program. Selain itu, data dasawisma dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan kebijakan dan program PKK agar lebih tepat sasaran.

Ida memaparkan, 10 program unggulan yang dikembangkan PKK Desa Legowetan diantaranya :

1. Kelas parenting digital berbasis grup daring
2. Konten edukasi Pancasila untuk generasi muda
3. Bank sampah tingkat RT dan bank sampah digital
4. Dapur umum penanganan stunting
5. Pelatihan UMKM digital dan konten kreator
6. Pengembangan koperasi digital dan marketplace desa
7. Hidroponik lorong dan kebun gizi keluarga
8. Pelatihan ecoprint dan pemberdayaan penjahit lokal
9. Rumah sehat percontohan berbasis sanitasi sehat
10. Posyandu digital dan layanan kesehatan jemput bola

“Melalui 10 inovasi tersebut, harapannya tentu kami mampu menjadi penggerak utama perubahan desa yang lebih mandiri, sehat, produktif, dan berdaya saing di era digital,” pungkas sang Kades.