NGAWI, terbitan.com – Persaingan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA dan SMK di Kabupaten Ngawi mulai memanas. Di tengah dominasi sekolah negeri, SMKS PSM 1 Kedunggalar mencoba tampil beda dengan menawarkan program unggulan bahasa Korea, bahasa Jepang, hingga tahfidz Al-Qur’an.

Kepala SMKS PSM 1 Kedunggalar, Cholik Choirul Chufa, mengatakan pendaftaran siswa baru tahun ajaran 2026 sudah resmi dibuka dan saat ini telah memasuki gelombang ketiga.

“Kami membuka empat kelas dengan kapasitas masing-masing 30 siswa. Saat ini sudah ada sekitar 50 murid yang mendaftar,” ujar Cholik saat ditemui di sekolah, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, sekolah swasta memang harus bekerja ekstra untuk bersaing dengan sekolah negeri yang berada di kawasan perkotaan. Namun SMKS PSM 1 Kedunggalar optimistis mampu menarik minat calon siswa lewat program-program yang berbeda dari sekolah lain.

“Kami memang harus bersaing dengan sekolah negeri di kota. Tapi sekolah kami layak dilirik karena punya ekstrakurikuler bahasa Korea dan bahasa Jepang. Selain itu siswa juga diajari tahfidz Al-Qur’an,” katanya.

Program tersebut, lanjut Cholik, menjadi nilai pembeda yang sengaja dikembangkan sekolah untuk menjawab kebutuhan siswa di era global sekaligus memperkuat pendidikan karakter dan keagamaan.

Ia berharap kombinasi pendidikan keterampilan bahasa asing dan tahfidz mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi orang tua maupun calon siswa yang ingin mendapatkan pendidikan akademik sekaligus pembinaan karakter.

” Ini sudah masuk PPDB gelombang ketiga, kami tetap optimistis jumlah pendaftar akan terus bertambah menjelang tahun ajaran baru,” tandasnya.