BONDOWOSO, kompasjatim.com – Retribusi tiket tanda masuk pengunjung di sejumlah titik objek wisata kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, akan masuk ke kas daerah. Mulai penarikan retribusi parkir kendaraan maupun tiket tanda masuk pengunjung.
Ironisnya, nyatanya di objek wisata Kawah Wurung, satu karcis parkir kendaraan bemotor roda 4 dikenai biaya Rp. 20.000. Mobil tersebut berisi 3 orang.
Dikatakan Halik, salah satu pengunjung merasa ada yang aneh. Pasalnya, saat masuk gerbang objek wisata Kawah Wurung langsung dihadang oleh petugas pintu masuk.
Petugas itu menanyakan berapa orang yang ada di dalam mobilnya. Pihaknya langsung mengatakan ada 3 orang, yang kemudian dimintai uang sebesar Rp 20.000.
“Saya hanya diberi karcis parkir kendaraan bermotor roda 4, seharga Rp 20.000. Padahal yang tertera di karcis kendaraan itu hanya Rp 4.000, dan tiket tanda masuk pengunjung 3 orang tidak diberi,” kata Halik, Minggu (13/1/2019).
Maka ini sangat jelas ada Pungli (Pungutan Liar) oleh petugas pintu masuk di wisata kawah Wurung bermain. Hingga sebagian uang akan masuk kantong pribadi oknum tersebut.
Pihaknya sangat sesalkan kejadian ini, penarikan retribusi objek wisata yang seharusnya masuk kas daerah, malah masuk kantong oknum yang justru menggunakan atribut-atribut resmi dari Disparpora dan Perhutani.
“Kapan Bondowoso mau maju. Jika oknum bertebaran di objek wisata yang akan mengurangi PAD Bondowoso. Apalagi di hari libur ratusan wisatawan berkunjung ke Kawah Wurung, kejadian ini tidak menutup kemungkinan terjadi pada wisatawan yang lain,” pungkasnya.

Sementara Andre, mengakui kalau dia dan teman – tannya yang bertugas di pintu masuk wisata Kawah Wurung perwakilan dari Disparpora (Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga) Bondowoso.
“Ia saya dan teman – teman yang bertugas ini perwakilan dari Disparpora,” katanya.
Ramainya pengunjung wisata di Kawah Wurung hanya hari Sabtu dan Minggu. Untuk hari – hari yang lain sepi pengunjung, karena semua pengunjung menegluh akses jalan yang masih rusak.
“Kalau hari Sabtu dan Minggu pengunjung bisa mencapai ratusan orang. Kadang kita ambil uang tiket masuk untuk memperbaiki jalan yang rusak,” tandasnya.



Tinggalkan Balasan