NGAWI, terbitan.com — Kabupaten Ngawi meraih predikat Madya dalam penilaian Kabupaten Layak Anak (KLA) 2025. Capaian tersebut tak ingin dijadikan sekadar penghargaan, tetapi menjadi pijakan Pemkab Ngawi untuk terus memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak anak.

Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3AKB Ngawi, Supriadi, mengatakan KLA bukan sekadar mengejar predikat atau memenuhi administrasi. Lebih dari itu, program tersebut harus mampu menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman dan sehat bagi tumbuh kembang anak.

“Kami fokus pada terwujudnya Kabupaten Layak Anak atau Kabupaten Ramah Anak. Tujuannya memastikan Ngawi menjadi daerah yang aman, nyaman dan mendukung anak untuk tumbuh serta berkembang,” ujarnya. Kamis(10/9/26)

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas DP3KB Ngawi, Dr. Nugrahaningrum yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.

“Perlindungan anak, tidak mungkin hanya dibebankan kepada satu organisasi perangkat daerah,” kata dr. Aning sapaan akrabnya.

Ia menjelaskan, KLA mencakup berbagai aspek, mulai dari hak sipil anak, lingkungan keluarga, kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan khusus bagi anak yang menghadapi kekerasan, eksploitasi, disabilitas maupun persoalan hukum.

Dengan memastikan kebijakan ramah anak tidak berhenti di tingkat kabupaten, Dia berharap penguatan KLA perlu menyentuh kecamatan hingga desa/kelurahan, dengan melibatkan sekolah, fasilitas kesehatan, dunia usaha, masyarakat, media dan keluarga.

Predikat Madya, menurutnya harus dijadikan pekerjaan rumah sekaligus capaian untuk naik kelas dengan tetep memperhatikan anak anak di Kabupaten ngawi dalam keadaan aman, mendapatkan hak pendidikan, kesehatan, terlindungi dari kekerasan, dan memiliki ruang untuk tumbuh, bermain dan menyampaikan pendapat.

“ Predikat boleh Madya, tetapi komitmen terhadap anak harus terus meningkat,” pungkasnya.