NGAWI, terbitan.com – Sebanyak 290 orang menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), dengan rincian 243 orang sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan 49 orang sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tahap I. Mereka tampak gagah mengenakan seragam Korpri dan dengan sumringah menerima SK Pengangkatan di Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi. Senin(2/6/25)
Kepala BKPSDM Ngawi Idham Karima menyampaikan total 283 formasi CPNS, 187 di antaranya adalah tenaga teknis, 96 tenaga kesehatan, dan total SK pengangkatan CPNS yang diserahkan adalah 243. Sedangkan untuk P3K, dari total 440 formasi, 282 untuk tenaga guru, 157 untuk tenaga teknis, dan 1 untuk tenaga kesehatan bidang pendidik, dan total SK pengangkatan P3K tahap I yang diserahkan seluruhnya 49.
” CPNS termuda yang menerima SK hari ini adalah Oktalisa Zakia dengan usia 21 tahun, sedangkan yang tertua adalah Luthifah, berusia 38 tahun. Untuk P3K, Agus Trianto menjadi yang termuda pada usia 35 tahun, dan yang tertua adalah Tuhu Lukito, berusia 56 tahun,” terang kepala BKSDM Ngawi.
Sementara Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, menyampaikan bahwa mayoritas CPNS yang diangkat merupakan lulusan baru dengan usia muda.
“Harapannya karena CPNS fresh graduate, masih muda-muda semua, paling muda umur 21 tahun tentu saja secara energi dan semangat mengabdi di Kabupaten Ngawi ini sangat besar, larinya harus lebih cepat,” ujar Ony Anwar Harsono.
Selain itu orang nomor satu di Ngawi juga menekankan pentingnya komitmen para ASN baru untuk mengabdi di Kabupaten Ngawi
“Jangan sampai datang dari luar Ngawi hanya untuk mengisi formasi dan kemudian 10 tahun lagi kembali ke wilayah masing-masing karena perekrutan ini biayanya tidak sedikit dan dari uang rakyat,” tegasnya.
Menurut Ony, akselerasi dalam menjalankan visi dan misi pemerintah daerah akan tetap menjadi prioritas sehingga para ASN dapat mendukung kemajuan kabupaten ngawi.
“Prioritasnya dapat menjalankan visi misi utamanya bisa mensuport kegiatan kedaulatan pangan, Ngawi menjadi lumbung pangan nasional masing masing OPD bertransformasi bagaimana setiap kegiatan juga harus bersinggungan dengan tujuan visi misi bupati terkait kedaulatan pangan,”tandasnya.


