PAMEKASAN,Kamis (14/08/2025) terbitan.com– Ribuan Massa bersama Gerakan Masyarakat Peduli Madura (GMPM) menggelar aksi besar-besaran di depan Kantor Bea Cukai Pamekasan.pada hari Rabu (13/08/2025

Aksi ini bertujuan untuk menegakkan hukum dan memperkuat pengawasan atas kegiatan produksi rokok ilegal di wilayah Madura. Dalam aksi ini, GMPM menuntut beberapa hal terkait pemberantasan rokok ilegal yang merugikan negara dan masyarakat.

Para pendemo, yang tergabung dalam berbagai organisasi seperti Forum Masyarakat Peduli (FMSP), Gerakan Mahasiswa Peduli Sumenep (GMPS), Gerakan Anti Rokok Ilegal (GARI), dan lainnya, menuntut beberapa langkah konkret dari Bea Cukai Madura, antara lain:l

1. Penegakan Hukum yang Tegas terhadap pelanggaran cukai dan peredaran rokok ilegal.
2. Reformasi Birokrasi Bea Cukai Madura, dengan harapan dapat menciptakan institusi yang profesional, bersih, dan berintegritas.
3. Penutupan dan Penyitaan Alat Produksi Rokok Ilegal, serta pencabutan izin perusahaan rokok (PR) yang terbukti melanggar hukum.
4. Penerapan Sanksi Hukum yang Tegas bagi setiap perusahaan rokok yang terbukti melakukan pelanggaran.

Ketua LSM Bidik Sumenep, Didik Hariyanto yang bertanggung jawab terhadap aksi aliansi se Madura menyampaikan bahwa dari 4 poin yang dibawa semuanya disepakati dan bahkan ditambah.

“Dari 4 poin semuanya disepakati, tidak ada yang ditolak bahkan ada yang ditambah oleh disana”. Tegas Didik

Sementara ditanya soal surat bermaterai yang dibawa kedalam kemudian berubah tidak bermaterai, ia mengatakan bahwa ia menerima yang asli termasuk arsipnya.

” Tidak beda yang materai ada disini, saya terima yang asli, yang arsip ada disaya nanti kalau sudah saya perbaharui saya balik lagi kesini. Karena ini belum rampung, jadi belum bisa disampaikan hari ini. Bukti – bukti ini harus konkrit karena ini menyangkut pelanggaran. Ujar Didik ketua LSM Bidik Sumenep.

Terakhir, ditanya soal pernyataan korlap aksi saat berorasi, terkait adanya uang pengamanan yang masuk ke Bea Cukai, pihaknya mengakui belum mendapatkan bukti yang konkrit, dan hanya sebatas informasi.

“Kalau adanya uang keamanan itu terbukti kami akan tindaklanjuti itu. Untuk uang keamanan belum ada bukti atau belum saya kantongi cuma informasi sudah masuk”. Tutupnya

Sementara Kepala Bea Cukai Madura yang baru menjabat, Novian Dermawan,dihadapan massa aksi berkomitmen untuk mengawal persoalan yang dikeluhkan masyarakat, khususnya para aktivis, petani dan buruh rokok.

Dalam kesempatan tersebut, Novian Dermawan menegaskan komitmen Bea Cukai untuk mendukung penerimaan negara dengan meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum.

“Kami berkomitmen untuk melakukan optimalisasi penerimaan negara dengan meningkatkan produktivitas dan pembayaran cukai. Kami juga membentuk satuan tugas khusus untuk pemberantasan rokok ilegal sebagai bagian dari komitmen kami untuk menanggulangi permasalahan ini,” ujar Novian.

Sementara, munculnya gelombang aksi dari berbagai penjuru Madura tersebut, berdasarkan temuan yang selama ini masyarakat tampung, terutama munculnya kabar penyegelan terhadap salah satu perusahaan rokok yang ada di Kabupaten Sampang.

Namun, yang menjadi tanda tanya besar dari sejumlah aktivis yang ada di Pamekasan, lantaran kordinator aksi masuk mewakili para peserta aksi, yang kemudian dari tuntutan yang dibawa tidak bisa disaksikan secara utuh oleh Masyarakat.

“Sayang sekali, padahal aksinya bagus dan saya dengar tadi berkomitmen untuk tidak masuk kedalam, tapi akhirnya perwakilan masuk tanpa dijelaskan hasil dari pertemuan
didalam”. Ujar M Rahim.

Tidak hanya itu, aktivis jebolan PMII tersebut juga menaruh curiga lantaran surat pernyataan atau tuntutan yang bermaterai diserahkan kepada pihak Bea Cukai.

“Seharusnya sampaikan dulu kepada massa aksi yang lain. Karena yang dibawa kedalam tuntutan sekaligus pernyataan yang disertai materai. Tapi yang dibawa oleh koordinator saat turun hanya tanda tangan tanpa materai”. Tambahnya.