MADIUN, terbitan.com – Memasuki Tahun Dal Asirah 1959 dalam penanggalan Jawa, tokoh spiritual Romo Cokro Witjaksono, pengasuh Pondok Siswo Raharjo Caruban Madiun, menyerukan ajakan kepada seluruh bangsa Indonesia untuk melakukan introspeksi diri dan memperkuat spiritualitas. Pesan ini disampaikannya dalam momentum pembacaan serat leluhur berjudul “Yen Taun Dal Asirah”, yang memuat ramalan sosial, budaya, dan politik selama satu windu ke depan.
“Ini tahun yang secara spiritual cukup berat. Sandang dan pangan memang tampak murah, tapi banyak kabar menyesatkan. Kebenaran akan tertutup oleh berita palsu. Orang bijak banyak yang menderita, namun ketenteraman akan datang di akhir masa,” ujar Romo Cokro dalam pernyataannya di kompleks Pondok Siswo Raharjo, Jumat (27/6/2025).
Romo Cokro menjelaskan bahwa Tahun Dal merupakan fase penting dalam daur kehidupan manusia Jawa untuk menata ulang niat dan laku. Ia menekankan pentingnya mawas diri di tengah arus kemewahan, kekuasaan, dan kemudahan dunia yang bisa menjerumuskan.
“Dalam naskah kuno disebutkan, ‘Murah sandang pangan, wong sugih pada kauntungan, nanging kudu enget, akèh petenthang-petentheng kang ndadèkaké susah’. Artinya, banyak yang terlihat senang, tapi sesungguhnya menyimpan bencana tersembunyi. Maka, warga harus eling lan waspada. Jangan terlena pada kenikmatan duniawi sesaat,” tegasnya.
Sebagai bentuk ikhtiar spiritual, Pondok Siswo Raharjo telah bersiap menyambut datangnya Bulan Suro dengan serangkaian ritual, termasuk prosesi Ruwatan atau Mandi Aura. Ritual ini dipercaya sebagai jalan untuk menyucikan diri, membersihkan energi negatif, dan membuka pintu keberuntungan.
“Selama Bulan Suro, banyak pasien dan tamu yang datang dari luar kota, lintas provinsi bahkan dari luar negeri untuk mengikuti prosesi Ruwatan. Mereka berharap mendapatkan keberkahan dan keberuntungan melalui doa-doa yang kami panjatkan,” ujar Romo Cokro.
Menutup pesannya, Romo Cokro mengajak masyarakat untuk kembali pada nilai-nilai spiritualitas sebagai fondasi hidup bermasyarakat dan berbangsa. “Kabeh pakaryan lan nasib manungsa bakal tetep ana bale pakarangan Gusti Allah. Yen pikir terang, ati tenang, urip bakal slamet,” pungkasnya.
Informasi & Konsultasi:
Pondok Siswo Raharjo – Caruban, Madiun, Jawa Timur
Call Center: 0857-9024-5777
- Budaya dan Kejawen
- Bulan Suro 2025
- Doa dan Tirakat
- Eling lan Waspada
- Introspeksi Bangsa
- Kearifan Lokal
- Madiun Hari Ini
- Mandi Aura
- Nusantara Spiritual
- Penanggalan Jawa
- Petuah Jawa
- Pondok siswo raharjo
- Ramalan Jawa
- Romo Cokro Witjaksono
- Ruwatan Suro
- Serat Leluhur
- Spiritualitas Jawa
- Tahun Dal Asirah 1959
- Tokoh Spiritual Madiun
- Tradisi Jawa Kuno


