NGAWI, terbitan.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelontorkan anggaran lebih dari Rp4 miliar ke Desa Sumberbening, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, melalui Program Penanganan Kemiskinan Ekstrem (PKE) tahun 2025. Dana jumbo tersebut difokuskan untuk membangun infrastruktur dasar sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Desa Sumberbening, Hanif Hernawan, mengungkapkan anggaran itu direalisasikan dalam empat kegiatan utama, yakni pembangunan jalan kawasan yang menghubungkan lima dusun, pembangunan sanitasi tipe 1 dan tipe 2, penyediaan jaringan air bersih, serta pemberdayaan masyarakat melalui empat Kelompok Masyarakat (Pokmas).
“Seluruh kegiatan telah selesai dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat melalui Pokmas,” ujar Hanif, Minggu (28/6/2026).
Menurutnya, Desa Sumberbening terpilih sebagai penerima program karena sebelumnya masuk dalam data penerima Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dengan 20 rumah penerima manfaat. Data tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah pusat dalam menetapkan lokasi program percepatan penanganan kemiskinan ekstrem.
Hanif mengatakan manfaat program mulai dirasakan masyarakat. Jalan kawasan kini memperlancar mobilitas antar lima dusun dan distribusi hasil pertanian, sementara pembangunan sanitasi serta jaringan air bersih meningkatkan kualitas layanan dasar bagi warga. Pelaksanaan secara swakelola juga memberi kesempatan kerja bagi masyarakat selama proyek berlangsung.
“Di tengah berkurangnya anggaran dana desa, kami sangat bersyukur karena pada tahun 2025 dapat program ini. Alhamdulillah, manfaatnya sudah mulai dirasakan masyarakat,” tuturnya.
Sebagai informasi, program Penanganan Kemiskinan Ekstrem Kementerian PUPR merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mengurangi angka kemiskinan melalui pembangunan infrastruktur dasar yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Selain meningkatkan akses jalan, air bersih, dan sanitasi, program ini juga dilaksanakan dengan skema padat karya sehingga mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus menggerakkan perekonomian desa.


